<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>perjalanan ku</title>
	<atom:link href="http://ka2cupie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ka2cupie.wordpress.com</link>
	<description>be a better than before</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Jan 2010 07:12:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ka2cupie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>perjalanan ku</title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ka2cupie.wordpress.com/osd.xml" title="perjalanan ku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ka2cupie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Islam: Sunnah &amp; Jama`ah</title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2010/01/08/islam-sunnah-jamaah/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2010/01/08/islam-sunnah-jamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 07:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Arti dari Islam adalah menyerah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan bertauhid, kepada-Nya di atas ajaran-ajaran Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam. Islam adalah agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala satu-satunya. Islam adalah satu-satunya agama yang diturunkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan diridhai-Nya untuk hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu agama pun akan diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala selain Islam. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=89&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2010/01/masjid-al-aqsa-yerusalem-palestina1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-90" title="masjid-al-aqsa-yerusalem-palestina1" src="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2010/01/masjid-al-aqsa-yerusalem-palestina1.jpg?w=300&#038;h=196" alt="" width="300" height="196" /></a></p>
<p>Arti dari Islam adalah menyerah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan bertauhid, kepada-Nya di atas ajaran-ajaran Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam. Islam adalah agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala satu-satunya. Islam adalah satu-satunya agama yang diturunkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan diridhai-Nya untuk hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu agama pun akan diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala selain Islam. Barangsiapa yang datang di hari kiamat dengan agama selain Islam, maka orang itu pun akan kekal di neraka jahannam.</p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p>Islam adalah agama tauhid, Islam adalah agama para rasul, sejak Nabi Adam as hingga Nabi dan junjungan kita, Muhammad bin Abdillah Salallohu Alaihi Wasalam.</p>
<p>“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya&#8217;kub.(Ibrahim berkata): Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam.</p>
<p>Adakah kalian hadir ketika Ya&#8217;kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: Apa yang kalian ibadahi sepeninggalku. Mereka menjawab: Kami akan beribadah kepada Rabbmu dan Rabb bapak-bapakmu, Ibrahim, Isma&#8217;il, dan Ishaq, (yaitu) Rabb Yang Maha Esa dan kami hanya tundukkepada-Nya” [QS. al-Baqarah (2): 132-133]</p>
<p>Yahudi bukanlah agama Nabi Musa Alaihi Salam dan Nasrani bukanlah agama Nabi Isa Alaihi Salam, kedua nabi tersebut dan seluruh nabi yang lainnya, semuanya diutus dengan Islam.</p>
<p>“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? Para hawariyyin (shahabat-shahabat setia) menjawab: Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam” [QS. Āli Imrān (3): 52]</p>
<p>“Berkata Musa: Hai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kalian benar-benar orang-orang Islam” [QS. Yūnūs (10): 84]</p>
<p>Islam adalah agama yang sempurna, kesempurnaan Islam adalah mutlak dari semua segi, baik aqidah, hukum-hukum maupun dari segi-segi lainnya. Yang demikian itu dikarenakan Islam adalahhaq dan karena Islam datang dari Dzat yang Maha Sempurna, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kesempurnaan Islam bertolak dari kesempurnaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Islam adalah agama yang abadi, tidak akan punah sepanjang zaman dan tidak akan tertinggal oleh zaman manapun.</p>
<p>“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Kucukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama kalian” [QS. al-Mā’idah (5): 3]</p>
<p>Islam diturunkan untuk jaya selamanya, untuk selalu berada di tingkat tertinggi di atas semua agama yang ada di bumi ini. Hal itu dikarenakan Islam adalah haq dan agama-agama lainnya adalah batil. Kejayaan Islam tidak akan pudar selamanya. Pemeluknya pun akan tetap jaya selama mereka berpegang kepada Islam yang murni</p>
<p>Bagaimana suatu kaum tidak akan jaya apabila mereka mengikuti petunjuk-petunjuk Dzat yang Maha Mengetahui hal-hal gaib dan yang nampak? Bagaimana tidak akan jaya ketika suatu kaum tunduk menyerah pada Ilah yang agung yang di tangan-Nyalah kejayaan itu sendiri? Dialah yang memberikan kejayaan kepada orang yang dikehendaki-Nya dan menanggalkannya dari orang-orang yang dikehendaki-Nya.</p>
<p>“Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur&#8217;an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya” [QS. al-Tawbah (9): 33]</p>
<p>“Dialah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi” [QS. al-Fath (48): 28]</p>
<p>“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur” [QS. Fāthir (35): 10]</p>
<p>Ketika para pemeluk Islam meninggalkan pasal-pasal dari agama suci ini, maka mereka pun mulai ditinggalkan kejayaan mereka sendiri seperti halnya yang terjadi pada abad terakhir ini. Tiada jalan untuk mengembalikan kejayaan mereka selain kembali berpegang teguh kepada agama mereka yang murni.</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian” [QS. Muhammad (7): 7]</p>
<p>Di saat kondisi tidak menentu seperti yang diambarkan di atas, di mana kaum muslimin berada dalam kondisi perpecahan faham keagamaan yang begitu meluas, Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam sejak dini mengingatkan hal tersebut dengan segala konsekwensi jalan keluarnya:</p>
<p>لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَ سَبْعِيْنَ فِرْقَة،ً وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَ ثِنْتَانِ وَ سَبْعُوْنَ فِي النَّارِ، قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: اَلجَمَاعَةُ</p>
<p>“Sesungguhnya ummatku akan berpecah-belah menjadi 73 golongan. Satu golongan di dalam surga dan 72 golongan di dalam neraka. Ditanyakan kepada beliau: Siapakah mereka (yang satu golongan) itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: al-Jama`ah” (HR. Ibnu Mājah No: 3992, Ibnu Abī `Āshim No: 63 dan al-Lālikāi 1 / 101)</p>
<p>فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشُ مِنْكُمْ فَسَيَرَى بَعْدِى إِخْتِلَافًا كَثِيْرًا ِو عَلَيْكُمْ بِسُنَتِى وَ سُنَّةِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِديْنَ اْلمَهْدِيِّيْنَ وَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِيْد</p>
<p>“Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup setelahku, niscaya akan melihat perselisihan yang banyak sekali. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah dengan gigi geraham kalian” (HR. Ahmad 4/126, Abū Dāwud: 4607, al-Tirmidzi: 2676 dan dia berkata: Hasan Shahih, Ibnu Mājah: 44, Ibnu Abī ‘Āshim: 4 dan al-Hākim: 95-95)</p>
<p>Sunnah (dalam hadits kedua) dan jama’ah (dalam di hadits pertama) telah menjadi sifat manhaj keselamatan yang diperintahkan Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam untuk dipegang teguh.</p>
<p>Sunnah itu sendiri mempunyai banyak arti, yang hampir semuanya merupakan lingkaran-lingkaran yang terkadang berbeda-beda besarnya, yang masing-masing berada dalam arti yang lainnya. Arti-arti itu dari arti yang terluas sampai arti yang tersempit sebagai berikut:</p>
<p>1. Mencakup seluruh isi agama Islam, al-Qur’an dan al-Hadits, mencakup seluruh keadaan rasul, baik dari segi ilmiah maupun amaliah.</p>
<p>Ibnu Taymiyyah berkata:</p>
<p>“Sunnah adalah syari’at, yaitu apa-apa yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya“ (Majmū’ Fatāwā 4 /436)</p>
<p>2. Sunnah dalam arti lawan dari bid’ah.</p>
<p>Arti inipun masih mencakup seluruh makna, sebab bid’ah adalah lawan dari al-Qur’an dan al-Hadits.</p>
<p>Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam bersabda:</p>
<p>مَا أَحْدَثَ قَوْمٌ بِدْعَةً إِلاَّ رُفِعَ مِثْلُهَا مِنَ السُّنَّةِ</p>
<p>“Tidak ada satu bid’ah pun yang dilakukan oleh suatu kaum, kecuali dicabut satu sunnah yang semisalnya” (HR. Ahmad 4/105, dan dihasankan oleh al-Suyūthi)</p>
<p>3. Sunnah dalam arti hadits Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam.</p>
<p>4. Sunnah dalam arti ushuluddin yaitu dasar-dasar agama dan aqidah.</p>
<p>Ibnu Rajab berkata:</p>
<p>“Banyak dari ulama mengkhususkan arti sunnah dengan aqidah, karena aqidah adalah dasar agama yang mana setiap penyimpangannya berada dalam bahaya besar“</p>
<p>Banyak pula buku-buku al-Salaf al-Shalih yang berjudul“al-Sunnah” yang berisi ilmu-ilmu aqidah seperti al-Sunnah yang ditulis oleh Abū Bakr al-Atsram, Kitāb al-Sunnah oleh Ibnu Abī ‘Āshim,al-Sunnah oleh Muhammad bin Nāshir al-Mirwāzi, Sharīh al-Sunnah oleh Abū Ja’far al-Thabari dan lain-lain.</p>
<p>5.  Sunnah dalam arti nāfilah atau mustahabbah, artinya amal-amal yang apabila dikerjakan berpahala dan apabila kalau ditinggalkan tidak mengakibatkan dosa.</p>
<p>Secara bahasa, arti jama`ah adalah persatuan atau orang-orang yang bersatu. Sedangkan secara istilah, arti jama`ah sama dengan arti bahasa, dengan tambahan “Di atas Sunnah”. Hal ini karena adanya dua kalimat yang berbeda namun mempunyai satu makna, yaitu “Jama’ah” dan “Mereka yang mengikuti jejakku dan jejak shahabat-shahabatku”. Kalimat yang kedua menafsirkan arti jama`ah, dengan demikian arti jama’ah secara istilah adalah “Persatuan di atas sunnah” atau“Orang-orang yang bersatu di atas sunnah”</p>
<p>Dan memang demikianlah keadaan para shahabat dalam kehidupannya. Oleh karena itu, maka arti jama`ah yang berarti “shahabat” adalah benar. Berdasarkan pengertian di atas, maka tafsiran Imam al-Bukhari serta para ulama salaf lainnya dan pengikut pengikut mereka, bahwa jama`ah adalah “kaum ulama sunnah”, termasuk dalam tafsiran-tafsiran yang benar. Arti jama`ah secara syar’i  juga berarti “Jama`atul muslimin (jama`ah Ahlus sunnah) yang dipimpin oleh seorang imam”.</p>
<p>Setelah Rasulullah Salallohu Alaihi Wasalam wafatnya, firqah-firqah sesat mulai bermunculan, keluar dari sunnah dan jama`ah. Maka firqah yang tidak keluar dari sunnah dan jama’ah yaitu al-Firqah al-Nājiyyah pun mulai secara resmi menamakan diri mereka dengan “AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH”.</p>
<p>Penamaan ini diambil berdasarkan hadits-hadits  tentang iftirāq (perpecahan) ummat serta dariilmu mereka yang meyakinkan bahwa asas dan dasar keselamatan di dunia dan di akhirat adalah berpegang teguh pada sunnah dan jama`ah. Secara singkat mereka juga disebut dengan istilah Ahlus Sunnah.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya, definisi Ahlus Sunnah wal Jama`ah adalah:</p>
<p>“Golongan yang berpegang teguh dengan al-Qur’an dan al-Sunnah serta pemahaman dan penerapan para shahabat dalam memahami dan mengamalkan Islam. Termasuk dalam golongan mereka adalah para shahabat, tabi`in, tabi’it tabi`in, para ulama sunnah dan para pengikut mereka (dari semua lapisan ummat) hingga hari kiamat”.</p>
<p>Tidak ada keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali dengan sunnah dan jama’ah. Bahkan tidak ada agama dan sikap keberagamaan yang benar dalam Islam kecuali dengan sunnah dan jama’ah. Demikian pula, tidak akan tercapai masuk syurga, tempat yang diridai AllahSubhanahu Wa Ta’ala dan selamat dari neraka, tempat yang dimurkai-Nya, kecuali dengan menjadi Ahlus Sunnah dan tidak menjadi Ahlul Bid’ah.</p>
<p>يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهُُ وَ تَسْوَدُّ وُجُوهُُ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ</p>
<p>“Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitammuram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu”[QS. Āli Imrān (3): 106]</p>
<p>Ibnu Abbas ra ketika menafsirkan ayat ini berkata:</p>
<p>يَعْنِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِيْنَ تَبْيَضُّ وُجُوهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَ الْجَمَاعَةِ وَ تَسْوَدُّ وُجُوهُُ أَهْلِ الْبِدْعَةِ وَ الْفُرْقَةِ</p>
<p>“Yaitu pada hari kiamat di saat wajah-wajah Ahlus Sunnah wal Jama’ah bersinar putih dan wajah-wajah ahlul bid’ah dan furqah hitam legam” (Tafsir Ibnu Katsir: 2/42). [www.hasmi.org]</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=89&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2010/01/08/islam-sunnah-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2010/01/masjid-al-aqsa-yerusalem-palestina1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">masjid-al-aqsa-yerusalem-palestina1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anugrah</title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/11/18/anugrah/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/11/18/anugrah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 11:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Anugerah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kepada Kaum Yang Beriman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Allah meneguhkan menganugerahkan tsabāt) kepada orang-orang yang beriman dengan qawl tsābit (ucapan yang teguh) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki” [QS. Ibrāhīm (14): 27] Saudaraku kaum muslimin! Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=83&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2009/11/anugrah-tsabat.jpg"><img class="size-medium wp-image-84 aligncenter" title="anugrah tsabat" src="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2009/11/anugrah-tsabat.jpg?w=300&#038;h=226" alt="" width="300" height="226" /></a>Anugerah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kepada Kaum Yang Beriman  Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Allah meneguhkan menganugerahkan tsabāt) kepada orang-orang yang beriman dengan qawl tsābit (ucapan yang teguh) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki” [QS. Ibrāhīm (14): 27]<span id="more-83"></span> Saudaraku kaum muslimin!  Menurut para pakar bahasa, makna tsabāt berkisar di antara:  “keteguhan (اَْلإِسِْتقْرَارُ) dan kekokohan (اَلرُّسُوْخُ), lawan dari kata kegoncangan (اَلتَّزَلْزُلُ) dan kekacauan (َاْلإِضْطِرَابُ)”.  Sedangkan yang dimaksud al-qawl ats-tsābit dalam ayat di atas menurut para ulama tafsir adalah:     ( كَلِمَةُ التَّوْحِيْدِ، وَهِيَ قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ )     “Kalimat tauhid, yaitu ucapan La Ilaha Illallah” (Ma`ālim at-Tanzīl, al-Baghawiy: 2/558)  Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu Wa Ta’ala ber-janji untuk meneguhkan (memberikan tsabāt) kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, agar teguh di atas keimanan-nya (kepada Allah, Rasul-Nya Muhammad serta kalimat tauhid yaitu La Ilaha Illallah dan amal shalih) saat dunia, hingga me-reka mati di atasnya. Demikian pula Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengokohkan orang-orang yang beriman di dalam kubur dengan syahadat La Ilaha Illallah wa Anna Muhammadan Rasulullah, ketika mereka ditanya di dalamnya. (Lihat: Aysar at-Tafāsīr li Kālam al-`Aliy al-Kabīr, Abu Bakar Jabir al-Jaza’iriy: 616)  Rasul yang mulia, Muhammad Salallahu Alaihi Wasalam adalah sosok utama yang dianugerahkan tsabāt oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Saat ujian besar menimpanya, ketika kaum Qu-raisy mulai menentang dan memojok-kannya, tidak sedikitpun beliau mun-dur dari da`wahnya.  Pada suatu hari, kaum Quraisy berkumpul untuk berunding mencari so-lusi, salah seorang di antara mereka berkata:  ( اُنْظُرُوْا أَعْلَمَكُمْ بِالسِّحْرِ وَالْكَهَانَةِ وَالشِّعْرِ، فَلْيَأْتِ هَذَا الرَّجُلِ الَّذِى قَدْ فَرَّقَ جَمَاعَتَنَا، وَشَتَّتَ أَمْرَنَا، وَعَابَ دِيْنَنَا، فَلْيُكَلَّمْهُ وَلْنَنْظُرْ مَاذَا يَرُدُّ عَلَيْهِ؟ )     “Carilah siapa di antara kalian yang paling mengerti sihir, tenung dan sya`ir? Hendaklah dia temui seorang laki-laki yang telah memporak-porandakan persatuan kita, mengacak-acak urusan kita dan mencaci maki tradisi kita! bicaralah dengan-nya dan lihat apa yang akan dikatakannya”  Kaum Quraisy menjawab:  ( مَا نَعْلَمَ أَحَدًا غَيْرَعُتْبَةَ بْنِ رَبِيْعَةَ )     “Kami tidak tahu orang yang lebih mengerti tentang hal itu selain `Utbah bin Rabi`ah”  Lalu, `Utbah bin Rabi`ahpun men-datangi Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam dan mengemukakan beberapa pertanyaan:  ( يَا مُحَمَّدُ، أَنْتَ خَيْرُ أَمْ عَبْدُ اللهِ؟ )     “Wahai Muhammad, engkau ataukah Abdullah (ayahnmu) yang lebih baik?”  Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam diam, lalu bertanya:  ( أَنْتَ خَيْرٌ أَمْ عَبْدُ الْمُطَّلِبِ؟ )  “Engkau ataukah Abdul Muththalib (kakekmu) yang lebih baik?”  Diapun diam, kemudian melanjutkan:     ( فَإِنْ كُنْتَ تَزْعُمُ أَنَّ هَؤُلاَءِ خَيْرٌ مِنْكَ، فَقَدْ عَبْدُوْا الآلِهَةَ الَّتِيْ عَبْتَ، وَإِنْ كُنْتَ تَزْعُمُ أَنَّكَ خَيْرٌ مِنْهُمْ فَتَكَلَّمْ حَتَّى نَسْمَعْ قَوْلَكَ، إِنَّا وَاللهِ مَا رَأَيْنَا سَخْلَةً قَطّ أَشْأَمَ عَلَى قَوْمِكَ مِنْكَ، فَرَّقْتَ جَمَاعَتَنَا، وَشَتََّتََّ أَمْرَنَا، وَعِبْتَ دِيْنَنَا، وَفَضَحْتَنَا فِيْ الْعَرَبِ، حَتَّى لَقَدْ طَارَ فِيْهِمْ أَنَّ فِيْ قُرَيْشٍ سَاحِرًا، وَأَنَّ فِيْ قُرَيْشٍ كَاهِنًا! وَاللهِ إِنْ كَانَ إِنَّمَا بِكَ الْحَاجَةُ جَمَعْنَا لَكَ حَتَّى تَكُوْنَ أَغْنَى قُرَيْشٍ رَجُلاً، وَإِنْ كَانَ إِنَّمَا بِكَ الْبَاءَةُ فَاخْتَرْ أَيَّ نِسَاءِ قُرَيُشٍ [شِئْتَ] فَلْنُزَوِّجْكَ عَشْرًا )     “Apabila engkau mengaku bahwa mereka lebih baik darimu, mereka telah menyembah tuhan-tuhan yang engkau caci maki. Jika engkau mengaku lebih baik dari mereka, maka bicaralah sehingga kami bisa mendengar apa yang engkau kemukakan. Kami tidak melihat satu orang generasi di kaummu yang lebih buruk daripada kamu. Kamu memporak-porandakan persatuan kami, mengacak-acak urusan kami, mencaci maki tradisi kami dan merendahkan kami di kalangan bangsa Arab. Sampai-sampai tersebar tuduhan di kalangan mereka bahwa di kalangan suku Quraisy telah muncul tukang sihir, bahkan tukang tenung. Demi Tuhan, seandainya engkau orang yang tidak punya, kami akan mengumpulkan harta untukmu, sampai engkau menjadi orang yang paling terkaya di kalangan Quraisy. Seandainya engkau sudah siap kawin, kamu boleh memilih wanita Quraisy mana saja yang kamu inginkan, kami akan kawinkan kamu dengan 10 wanita”  Setelah itu Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam mengatakan:  ( أَفَرَغْتَ؟ )  “Apakah engkau sudah selesai?”  `Utbah menjawab: “Sudah”. Kemudian Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam membaca ayat al-Qur`an:  “Hā Mīm. Diturunkan dari (Rabb) Yang Maha Pemurah lagi Maha Pe-nyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripada-nya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan. Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepa-danya dan di telinga kami ada sumbatan dan di antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)”.  Katakanlah:”Bahwasanya aku hanya-lah seorang manusia seperti kalian, di-wahyukan kepadaku bahwasanya Ilah kalian adalah Ilah Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya”.  Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kalian kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kalian adakan sekutu-sekutu bagi-Nya (Yang bersifat) demikian itulah Rabb semesta alam”. Dan Dia mencip-takan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya.Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuninya) dalam empat masa.(Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang ber-tanya.  Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintahKu dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati” Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami me-meliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan kaum Tsamud” [QS. Fushshilat (41): 1-13] (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir 4/90-91)  Ketegaran, kekokohan dan keteguhan Nabi pilihan telah dianugerahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai teladan bagi ummat Islam. Tak ada apapun yang dapat menggoyahkan beliau untuk memperjuangan agama Islam yang benar, walaupun seluruh dunia akan dihibahkan kepadanya.  Ketegaran inipun dianugerahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada shahabat yang mulia, ash-Shiddiq Radhiallahu Anhu, tokoh kebenaran.  al-Bukhariy meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa dia berkata:  “Kedua orang tuaku sudah memeluk Islam sebelum aku akil baligh. Setiap hari pada pagi dan petang Rasulullah mendatangi rumah kami. Ketika penderitaan orang-orang muslim dirasa amat berat, Abu Bakar hijrah ke Habasyah. Ketika tiba di Barkul Ghamad, dia bertemu dengan Ibnu ad-Daghannah, seorang pemimpin Qarah.  “Hendak pergi ke mana engkau?”, tanya Ibnu ad-Daghannah.  “Kaumku telah mengusirku dan aku ingin bertasbih dan menyembah Rabb-ku di muka bumi ini”, jawab Abu Bakar Radhiallahu Anhu.  “Orang seperti dirimu ini tidak layak diusir dan tidak layak pula mengusir, karena engkau suka memberi orang yang tidak punya, menyambung tali persaudaraan, menafkahi orang-orang yang tidak mampu, menjamu tamu dan membantu orang yang malang. Aku memberikan jaminan perlindungan bagimu. Maka pulanglah dan sembahlah Rabbmu di negerimu”  Maka Abu Bakar rda kembali, di sertai Ibnu ad-Daghannah. Setiba di Makkah, Ibnu ad-Daghannah berkeliling menemui para pemuka Quraisy sore itu, dengan berkata kepada mereka:  “Orang semacam Abu Bakar tidak layak diusir dan mengusir. Apakah kalian mengusir seseorang yang suka memberi orang yang tidak punya, menyambung tali persaudaraan, menafkahi orang-orang yang tidak mampu, menjamu tamu dan mem-bantu orang yang malang?”  Orang-orang Quraisy tidak berani melanggar perlindungan yang diberi-kan Ibnud-Daghannah. Pada akhirnya mereka berkata:  “Kalau begitu suruhlah Abu Bakar agar menyembah Rabb-nya di dalam rumah, shalat dan membaca apa pun yang dikehen-dakinya di dalamnya, janganlah dia mengganggu kami dengan semua itu dan tidak pula menampakkannya, karena kami meng-khawatirkan para wanita dan anak-anak kami yang terpedaya olehnya”  Maka Ibnu ad-Daghannah menga-takan seperti yang diminta oleh orang-orang Quraisy kepada Abu Bakar Radhiallahu Anhu, dan Abu Bakar pun menyetujui permintaan ini hingga beberapa lama. Setelah itu dia membangun tempat khusus untuk shalat di serambi rumahnya. Di tempat inilah Abu Bakar mendirikan shalat dan membaca al-Quran. Sementara para wanita dan anak-anak orang Quraisy berkerumun di tempat itu dan mereka pun merasa kagum terhadap perbuatan Abu Bakar Radhiallahu Anhu. Bahkan mereka juga melihat apa yang dilakukan Abu Bakar rda. Sementara Abu Bakar Radhiallahu Anhu sendiri adalah orang yang mudah menangis.  Dia tidak mampu menahan air matanya untuk keluar setiap kali mem-baca al-Quran. Tentu saja hal ini membuat risau para pemuka Quraisy. Mereka mengirim utusan kepada Ibnu ad-Daghannah untuk mengatakan kepadanya:  “Kami melindungi Abu Bakar karena perlindunganmu terhadapnya, tetapi dengan syarat, dia harus menyembah Rabb-nya di dalam rumahnya. Rupanya dia telah melanggar batas perjanjian itu, karena dia membangun tempat shalat di serambi rumahnya, menampakkan shalat dan mengeraskan bacaannya. Tentu saja kami khawatir dia akan memperdayai wanita dan anak-anak kami. Kalau dia menghendaki untuk membatasi ibadah di rumahnya sendiri, maka bolehlah dia melakukan-nya. Namun jika dia lebih suka menampakkan ibadahnya, maka mintalah agar dia mengembalikan perlindunganmu, karena kami tidak suka melanggar perjanjian denganmu dan kami tidak bisa menerima tindakan Abu Bakar yang dilakukan secara terang-terangan”  ‘Aisyah menuturkan, “ Lalu Ibnu ad-Daghannah menemui Abu Bakar dan berkata kepadanya:  “Engkau mempunyai dua pilihan, membatasi ibadahmu atau engkau mengembalikan perlindunganku kepadaku, karena aku tidak ingin mendengar orang-orang Arab berkata bahwa aku melanggar hak seseorang yang sudah kulindungi”  Abu Bakar Radhiallahu Anhu berkata:  “Kalau begitu kukembalikan perlin-dunganmu kepadamu lagi dan aku cukup puas dengan perlindungan Allah” (HR. al-Bukhariy: 3905)  Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerah-kan tsabāt, ketegaran, keteguhan dan kekokohan kepada kita semua dalam memperjuangkan Islam, tauhid, sunnah dan kebenaran. Amiin.</strong></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=83&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/11/18/anugrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2009/11/anugrah-tsabat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">anugrah tsabat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baik atau Diam</title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/07/09/baik-atau-diam/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/07/09/baik-atau-diam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 04:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Be Power full Communication bicara BAIK atau DIAM وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنََّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36) “Barang siapa yang beriman kepada Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=81&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Be Power full Communication<br />
bicara BAIK atau DIAM</strong></p>
<p>وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنََّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً<br />
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)</p>
<p>“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia<br />
berkata baik atau diam”. (HR. Mutafaq’Alaihi)</p>
<p>Sobat Grimis yang budiman, setelah menjadi pribadi yang komitmen untuk sukses. Yaitu menjadi pri-badi yang no but, no if. Dengan modal awwalnya yaitu menjadi pribadi yang beriman.</p>
<p>Juga, penting untuk dimiliki bagi kamu-kamu yang mempunyai bakat cuap-cuap, penceramah, khatib, salles marketing and pokoknya yang senang berinteraksi dengan buanyak manusia dweh…, apa itu? Yaitu kemampuan ber-komunikasi yang power full.<br />
Berkomunikasi tanpa ragu ketika menyuarakan kebenaran, al haq, harus dengan lantang. Tidak samar-samar.</p>
<p>Kebenaran dalam Islam itu ketika diiba-ratkan sebuah malam, maka malamnya pun seakan siang hari. Lalu bagaima-na siang harinya?</p>
<p>Ini menandakan sangat gamblang-nya kebenaran di dalam Islam.</p>
<p>Sebelum how to nya (baca -agar memilikinya-) yups kita intip bagaimana orang-orang yang telah sukses dengan kekuatan yang dimilikinya berupa kemahiran power full communication.</p>
<p>Dan eit.. ingat pakem kita..!! jangan lupa dan jangan dilupain. Bahwa sebaik-baik contoh dan idola adalah Nabi Muhammad .</p>
<p>Sungguh luar biasa ketika Rasulullah menyampaikan dakwah berupa wahyu Allah kepada manusia. Manusia dibuatnya tersanju-ng dan terkesima.</p>
<p>Masalah reaksi -seperti Rasulullah dihina, diejek de el el-, itu perkara lain. Justru karena dengan power full communikation lah, kemudian ada reaksi. Itu khan wahyu. Betul sekali… emang wahyu…</p>
<p>Ketika Nabi menyampaikan dakwah di hadapan para sahabatnya dalam acara pemakaman seorang saha-bat yang meninggal, beliau memberi-kan wasiyat tentang kematian.</p>
<p>Trus, bagaimanakah keberadaan sahabat-sahabatnya ketika mendengar-kan nasihat beliau ? Di ceritakan, para sahabat diam terkesima, tidak bergeming sekan-akan di atas kepala mereka ada burung yang sedang hinggap alias bertengger.</p>
<p>Nah.. sungguh luar biasa khan, Pribadi Nabi ?<br />
Asal tau saja ya, ketika sang junjung-an nabi memberikan khutbah, tidak seperti kamu sahabat.. hehe.. Nabi berapi-api, semangat ketika berkhutbah, bahkan dalam sebuah riwayat, sampai memerah matanya.</p>
<p>Maka jangan heran kalau kita banyak jumpai di masjid-masjid ketika hari jum’at. Pemandangan apa yang dapat kamu rekam sobat?</p>
<p>Kalau nggak ngobrol, maka mayori-tas peserta jum’atan terkantuk-kantuk sampai tertidur pulas. Tidak sedikit, ada juga yang ngorok. Ketika bangun, eh…khutbahnya dah slese. Ayo.. bangun-bangun..!! bagaimana mau menjadi bertakwa dwonk? padahal salah satu fungsi khutbah jum’at adalah untuk berwasiat takwa.<br />
Nah sobat, tidak bisa 100% kita menyalahkan peserta sholat jum’at. Bisa jadi Salah satu penyebabnya adalah sang khatib itu sendiri.</p>
<p>Sudah yang disampaikan masalah-masalah bid’ah, kisah-kisah dari hadits-hadits palsu. Semacam jika kamu membaca “ya lathif” 16 ribu kali maka akan mendapat rizqi, terbebas dari huta-ng dan membujang serta de el el dech. Trus gaya penyampaiannyapun seakan ibu atau ayah yang sedang me “nina bobo, oh nina bobo..”. wal hasil ya pada teller semua..</p>
<p>Tetapi akan berbeda sobat, ketika seorang khatib yang memiliki power full komunication. Dia berdiri tegap, pandangan matanya mengarah semua jama’ah, berbicara lantang seakan se-orang komando memerintahkan sebu-ah regu pasukan tempur untuk meluluh-lantakkan musuhnya.</p>
<p>Walhasil, kalau seperti itu, dijamin para pendengarpun gak bakalan ngantuk. Tul nggak?<br />
So, sobat, ternyata untuk bisa men-jadi pribadi yang memiliki kemampuan power full communication itu bisa diusahakan dan dilatih..<span id="more-81"></span></p>
<p>Langkah awalnya, ya.. dimulai dari berdo’a sobat. Karena doa masalah urgent. Mintalah segala sesuatunya kepada Allah.</p>
<p>Setiap langkah yang akan kita amal-kan sangat terkait dengan pertanyaan “siapa yang akan mem-berikan kemam-puan kepada kita”?</p>
<p>Yups betul sekali. Karena cakupan hidayah Allah itu sangat luas, maka harus senantiasa diminta dan diharap-kan keberadaan dan kehadirannya.</p>
<p>Yaitu berupa ilmu yang bisa membedakan antara yang benar dengan yang salah, yang halal dan yang haram. Ikhlas Karena Allah atau karena memperturut hawa nafsu. Serta yang paling penting sobat, ternya-ta bagaimana agar kita bisa menga-malkannya (do).</p>
<p>Tidak terlalu salah dan ada benar-nya juga tuch… sebuah ungkapan priba-hasa “jauh panggang dari pada api”, eh “alah bisa karena biasa” maksudnya. Ada langkah-langkah yang harus kita biasakan sobat.</p>
<p>Karena kebiasaan bukan simsala-bim langsung ada. Tetapi hasil bentuk-kan. Hasil proses. Warning..!! hati-hati dengan kebiasaan. Ketika yang dibiasakan adalah keburukan, keburuk-an akan menjadi tabi’at. Dijamin su-sah untuk menjauh dan melepasnya.</p>
<p>Kenapa banyak orang yang sulit untuk menceraikan hobi merokoknya? jawabannya ya karena dibiasakan dan ditambah menuruti hawa nafsu.. tul ngga? Seorang yang terbiasa meng-amalkan kebid’ahan, maka bid’ah diang-gap sunnah.</p>
<p>Nah.. sobat, agar kita memiliki komunikasi yang dahsyat, ada dasar-dasarnya. Menurut pakar komunikasi, ada 3 unsur dasar terwujudnya komu-nikasi yang baik.<br />
Pertama, yaitu word (kata). Daya rubah dan gugah dari kata ini, hanya sebesar 7%. Kedua, yaitu tones (nada suara) daya rubah dan gugahnya bisa sampai 38%.</p>
<p>Ketiga, ini rating teratas. Bisa menembus 55 % daya gugah dan rubahnya. Yaitu motion (bahasa tubuh).<br />
Sobat Gerimis muda, pernahkah kita dapati? Apa penyebab ketika seorang ibu sedang mencuci atau sedang menyapu ruangan atau hala-man, tiba-tiba bergegas. mungkin bisa lari atau melompat. Ketika mendengar tangisan bayinya? Jawabnya, ya. karena ketika bayi mungil tersebut menangis, ia menggunakan teori power full komunikation. Pertamanya seeh mung-kin saja si bayi hanya oa.. oa.. (menangis) biasa. Tetapi ketika sang ibu tidak menanggapi, si bayi meru-bah strategi. Tangisannya ditambah teriakan keras dan histeris. Tidak ber-henti sampai di situ usaha si bayi, demi mendapatkan se “jrigen” ASI. Selain kata-kata, volume nada suara dinaik-kan, si bayi tambah strategi lagi dengan jurus meronta-ronta.</p>
<p>Yang ternyata ampuh sekali membuat sang Ibu terpikat dan panik. Yang pada akhir-nya keluarlah jrigen ASI yang lezat. Peace…peace…</p>
<p>Para mantan bayi yang budiman, hehe..iya khan? Yang ngga ngaku ha-rus diperkarakan..! Agar bisa mengha-silkan komunikasi yang baik, maka ketika berkomunikasi, kata-kata, nada suara dan bahasa tubuh harus kita gabungkan.</p>
<p>Nabi Muhammad , ketika ada yang memanggil dari arah belakang-nya. Maka yang menoleh bukan hanya kepalanya. Tetapi seluruh badannya ikut menoleh berbalik ke belakang. Begitulah dalam siroh ketika menggambarkan bibliograpi beliau .</p>
<p>Begitupun ketika malaikat Jibril mengajarkan Iman, Islam dan Ihsan kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Dalam penya-maran menjadi seorang lelaki yang bersih dan tampan. Posisi badan dan lutut-lutut mereka (Jibril dan Nabi ) saling berhadapan dan merapat.<br />
Sebegitu pentingkah power full dalam komunikasi?</p>
<p>Jawabanya, dengan semangat dan gembira adalah “Ya”..!</p>
<p>Apa jadinya ketika sebuah pesan penting berupa dakwah menyeru kepada tauhid dan sunnah disampaikan asal-asalan. Malu-malu, ragu-ragu dan tidak PD? Gak ngefek githu…</p>
<p>Bukankah dakwah adalah sebaik ucapan yang harus senantiasa kita komunikasikan? Allah berfirman,<br />
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat: 33)</p>
<p>Alhamdulillah ya Allah segala puji hanya untuk-Mu. Kami bersyukur kepada-Mu karena ternyata Engkau telah menjadikan kami pribadi yang berkomunikasi karena-Mu. Di jalan da’wah Sunnah dan jama’ah. Menyeru ummat kembali kepada Islam yang murni. Untuk terwujudnya masyarakat Islami.</p>
<p>Allohu al musta’an…</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=81&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/07/09/baik-atau-diam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/06/25/77/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/06/25/77/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 04:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Tamkin &#38; Khilafah, Kapan &#38; Bagaimanakah? Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=77&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-78" title="i" src="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2009/06/i.jpg?w=500" alt="i"   /><strong>Tamkin &amp; Khilafah, Kapan &amp; Bagaimanakah?</strong></p>
<p><strong>Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:</strong></p>
<p><em> “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa <strong>Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, </strong>sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. <strong>Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku</strong>. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik” </em><strong>[QS. an-Nūr (24): 55]</strong></p>
<p><em> </em><strong><em>Saudaraku kaum muslimin!</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li>Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berjanji dan janji-Nya pasti tidak akan pernah diingkari.</li>
</ol>
<p>Nash al-Qur`an menjelaskan bahwa <strong><em>khi-lāfah</em>,</strong> <strong><em>tamkīn ad-dīn</em></strong> (kedaulatan agama) dan rasa aman adalah anugerah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hanya berasal dari-Nya semata, tidak dari selain-Nya.</p>
<p align="right">
<p><em>“Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” </em><strong>[QS. Āli ‘Imrān (3): 126]</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya Kami telah mentamkinkan kalian di muka bumi” </em><strong>[QS. al-A’rāf (7): 10]</strong></p>
<p>Bahkan dalam al-Qur`an terdapat satu surat yang diberi nama “<em>an-Nashr” </em>atau ke-menangan (surat ke-110), yang di awalnya terdapat kata <em>an-Nashr yang </em>disandarkan ke-pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.</p>
<p dir="rtl" align="right"><em>“Apabila telah datang pertolongan (keme-nangan) Allah dan kemerdekaan” </em><strong>[QS. an-Nashr (110): 1] </strong><strong>1</strong></p>
<p><strong> </strong>Oleh karena itu, para nabi, orang-orang shalih, para imam dan para da`i sepanjang sejarah, mereka senantiasa ber<em>tadarru</em>` (<strong>mengais kasih</strong>) dan ber<em>istinshar</em> (<strong>memohon kemenangan</strong>) hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.</p>
<p>Nabi Nuh memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala:</p>
<p><em>“Nuh berdoa: “Ya Rabbku, tolonglah aku, ka-rena mereka mendustakan aku” </em><strong>[QS. al-Mu’-minūn (23): 26]</strong></p>
<p><em>Muwahhidīn</em> (orang-orang yang bertauhid) ketika terdesak oleh pasukan Jalut, dengan penuh ketundukan mereka berdoa:</p>
<p align="right">وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ</p>
<p><em>“Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, merekapun berdoa: “Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah</em> <em>pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir” </em><strong>[QS. al-Baqarah (2): 250]</strong></p>
<p>Inilah aqidah orang-orang beriman yang mencari kemenangan dan kedaulatan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Rabbul `alamin. <em>Mereka tidak mencari kemenangan kepada sekedar pamer dengan tokoh berdarah biru</em>, tidak bergantung dengan peralatan canggih kelas satu dan tidak pula kepada <strong>kebesaran suatu organisasi</strong>, atau dengan kekuatan <strong>fatamorgana</strong> semu lainnya.<span id="more-77"></span></p>
<ol>
<li>Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjanjikan 3 (tiga) hal kepada mereka yang beriman dan beramal shalih, yaitu:</li>
<li><em>a. </em><em>Istikhlāf</em>.</li>
<li><em>Tamkīn ad-dīn</em>.</li>
<li>Rasa aman setelah dicekam rasa takut.</li>
</ol>
<p>Dalam tafsirnya, <strong>Ibnu al-Jawziy</strong> berkata:</p>
<p align="right">( وَ اْلمَعْنىَ: لَيُوَرِّثَنَّهُمْ أَرْضَ اْلكُفَّارِ مِنَ اْلعَرَبِ وَاْلعَجَمِ فَيَجْعَلُهُمْ مُلُوْكَهَا وَسَاسَتَهَا وَسُكَّانَهَا )</p>
<p>“<em>Makna <strong>istikhlaf</strong></em> <em>adalah: negeri orang-orang kafir, baik Arab maupun non Arab akan dibe-rikan kepada mereka yang beriman dan beramal shalih. Kemudian Allah menjadikan mereka sebagai penguasa, <strong>pemimpin politik</strong> dan pemilik negeri-negeri yang kafir tersebut</em>” <strong>(Zād al-Masīr: 5/394)</strong></p>
<p>Hakekat <em>istikhlāf</em> <strong><em>dalam konteks ini bukan hanya sekedar kerajaan, kekuasaan, kemenangan dan kedaulatan</em></strong>, namun tidak berisi keagungan <strong>tauhid</strong> dan <strong>sunnah</strong> yang dapat memuliakan dan menyelamatkan.</p>
<p><em>Istikhlāf</em> dalam konteks ini mengandung semua unsur yang menjadi syarat kebaikan, pembangunan dan pembinaan, <strong><em>mewujudkan manhaj tauhid dan sunnah sebagaimana yang telah digariskan Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk dijalankan oleh seluruh manusia</em></strong>, serta dengan menggapai tingkat kesempurnaan secara maksimal sebagai makhluk-Nya.</p>
<p>Makna <em>istikhlāf</em> sebagaimana tersebut di atas, dipetik berdasarkan ayat sesudahnya yang menegaskan “<em>Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka</em>” (<em>tamkīn ad-dīn</em>), yang berarti:</p>
<p align="right">( تَمْكِيْنُهُ: إِظْهَارُهُ عَلَى كُلِّ دِينٍ )</p>
<p>&#8220;<em>Dimenangkannya din Islam atas din-din se-lainnya</em>” <strong>(Zād al-Masīr: 5/394)</strong></p>
<p><strong> </strong><em>Tamkīn ad-dīn</em> akan sempurna dengan diteguhkannya din (agama) Islam di dalam lubuk hati setiap insan serta dengan didaulatnya din (agama) Islam sebagai sistem dan norma kehidupan.</p>
<p><strong><em>Hanya ajaran Islam yang dilandasi tauhid dan sunnahlah yang akan memerintahkan sebuah reformasi, keadilan, kemak-muran dan untuk mengambil manfaat hasil bumi dengan semaksimal mungkin untuk ke-mudian dipersembahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dalam setiap aktifitas kehidupan manusia. </em></strong></p>
<p>Semua itulah yang dapat mewujudkan rasa aman, setelah sebelumnya berada dalam rasa takut yang mencekam, ditindas, dihina dan direndahkan. Hingga pada akhirnya, mereka akan merasakan <em>sakīnah</em> (ketenangan), ketenteraman, kedamaian dan kebahagiaan.</p>
<p><em>Islam yang terwujud dalam<strong> tauhid dan sunnah</strong> memang terlahir untuk menjadi besar dan menang, serta tidak mungkin akan terkoyak. Semua badai yang ada dalam perjalanan pastilah berlalu, walaupun harus menunggu dengan penuh ketegangan dan berdebar kencang. Riak lautan tidak pernah dapat menggulingkan bahtera yang sedang melaju</em> –<em>dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala</em>–.</p>
<p>Memang tiada kafilah berlalu tanpa ada debu dan taufan di jalan…, tetapi semua badai pasti dan akan segera berlalu, walaupun silih berganti da-tang menerpa.</p>
<p>Itulah <em>sakīnah</em> dan keamanan yang akan digapai dan didapatkan, saat fajar khilafah dan cahaya Islam memancar dalam pekatnya alam kegelapan. <strong><em>Cahaya tauhid yang tidak bercampur dengan syirik serta cahaya sunnah yang tidak terusik dengan bid`ah pasti datang, karena janji yang pasti dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala</em></strong><em>. </em></p>
<p><strong>Saudaraku kaum muslimin!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berkaitan dengan [QS. an-Nūr (24): 55], Abū al-`Āliyah berkata:</p>
<p>“<em>Setelah mendapatkan wahyu, Nabi dan para shahabatnya tinggal di Mekkah selama 10 tahun. Mereka <strong>diperintahkan untuk tetap sabar menanggung berbagai siksaan dari orang-orang</strong>. Saat itu mereka merasakan takut yang mencekam, baik di kala pagi maupun di waktu petang. Hingga salah seorang di antara mereka (shahabat) berkata: Apa-kah akan datang kepada kita suatu hari di mana kita dapat merasakan aman dan dapat meletakkan senjata (tidak perang)? Maka Allah menurunkan ayat yang menentramkan mereka, yaitu </em><strong>[Qs. an-Nūr (24): 55])</strong>” <strong>(HR. ath-Thabariy: 18/159-160, as-Suyūthiy  [6/215] menyandarkan riwayat ini kepada `Abd bin <span style="text-decoration:underline;">H</span>umayd dan Ibnu Abī <span style="text-decoration:underline;">H</span>ātim. Ibnu <span style="text-decoration:underline;">H</span>ajar dalam al-Kāfiy asy-Syāfiy : 119 ber-kata: disambungkan oleh al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>ākim 2/410 dan Ibnu Mardawayh. al-Haytsamiy dalam al-Majma` 7/83 berkata: diriwayatkan ath-Thabrāniy da-lam al-Awsath dan rijalnya tsiqat).</strong></p>
<p>Begitulah keadaan generasi pertama ummat Islam yang merasakan wujud agung janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Daulah Islamiyyah di Madinah, khilafah Abu Bakar Radhiallahu Anhu dan ‘Umar Radhiallahu Anhu adalah bukti nyata sebuah janji yang tidak pernah diingkari. Sebuah janji yang pasti tetap terwu-jud bagi siapa saja dari kalangan kaum muslimin yang dapat memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, di sepanjang waktu hingga akhir zaman.</p>
<p>Syarat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang wajib diwujudkan adalah “<em>Mereka hanya beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun</em>”.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam ayat selanjutnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:</p>
<p><em> “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, niscaya kalian diberi rah-mat” </em><strong>[QS. an-Nūr (24): 56]</strong></p>
<p>Ayat ini menggambarkan <strong>sebuah persiapan</strong> dan <strong>syarat-syarat yang harus diwujudkan</strong> sebelum turunnya anugerah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.</p>
<p>Yaitu <em>ittishūl</em> (berhubungan) dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam <strong>kemurnian tauhid</strong>, meluruskan kalbu dengan shalat, mensucikan jiwa dan masyarakat dengan zakat, mentaati rasul dalam sunnahnya dan ridha terhadap hukumnya, melak-sanakan syari`at Allah Subhanahu Wa Ta’ala –<em>sekecil apapun</em>– serta dengan <strong>mewujudkan manhaj</strong> yang dike-hendaki-Nya dalam seluruh aspek kehidupan. Itulah hakikat dari syarat <em>”Mereka hanya beri-badah kepada-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun</em>”.</p>
<p>Pelajaran yang dapat kita simpulkan, bahwa berdasarkan perenungan terhadap al-Qur`an dan as-Sunnah, setidaknya ada 3 (tiga) asas pokok untuk mewujudkan keberhasilan dalam meraih kemenangan dan <em>tamkīn</em>, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>Iman dan <em>`ub</em></strong><strong><em>ū</em></strong><strong><em>diyyah</em></strong><strong> (pengabdian) ha-nya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dengan jalan:</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><em>a. </em><em>Mempersembahkan nusuk (praktek-praktek ibadah) hanya kepada-Nya semata, tidak kepada selain-Nya.</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><em>b. </em><em>Berhukum hanya kepada wahyu yang di-turunkan-Nya.</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<ol>
<li><em>Wal</em><em>ā</em><em>` (mencintai dan memperjuangkan) Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Rasul-Nya saw, agama-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan bar</em><em>ā</em><em> (membenci dan memusuhi) semua hal yang bertentangan dan bermusuhan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,  serta para pelaku dan pendukungnya</em>.</li>
</ol>
<p align="right">وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ</p>
<p><em> “</em><em>Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan m-limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” </em><strong>[QS. al-A’rāf (7): 96]</strong><em><br />
</em></p>
<p align="right">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</p>
<p><em> “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak <strong>Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mere-kapun mencintai-Nya</strong>, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, <strong>dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela</strong>. Itu-lah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siap yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” </em><strong>[QS. al-Mā’idah (5): 54]</strong></p>
<ul>
<li><strong>Meraih sebab keberhasilan dan mem-persiapkan sarana-sarananya, yaitu:</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><em>a. </em><em>Sebuah jama`ah yang menjadi sosok-sosok perubah.</em></li>
<li><em>b. </em><em>Kader sunni yang matang. </em></li>
<li><em>c. </em><em>Sistem yang kokoh.</em></li>
<li><em>d. </em><em>Sarana dan prasarana penunjang lainnya.</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Pembentukan sosok tubuh perubah</strong> (dalam hal ini berbentuk sebuah jama’ah atau organisasi) yang kuat, yang sanggup <strong>mengadakan perubahan total</strong> dan mempertahankan hasil dari perubahan itu serta meneruskan-nya menuju kepada kesempurnaan.</p>
<p>Kita tidak menginginkan suatu perubahan yang tidak bisa dipertahankan dan disempurnakan, karena hal itu adalah hal yang percuma.</p>
<p>Yang dimaksud dengan perubahan di sini tentunya adalah perubahan <strong>masyarakat jahiliyyah menjadi masyarakat Islami</strong>. Bagian-bagian dari sosok perubah ini meliputi personal (<strong>manusia</strong>), <em>tandz</em><em>ī</em><em>m</em> (<strong>sistem</strong>) dan hartabenda (<strong>sarana prasarana</strong>).</p>
<p align="right">وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ</p>
<p><em>“Dan <strong>siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi</strong> dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian mengge-tarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak menge-tahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepada kalian dan kalian tidak akan dianiaya (dirugi-kan)” </em><strong>[QS. al-Anfāl (8): 60]<br />
</strong></p>
<ul>
<li><strong>Da`wah dan Tarbiyyah <em>Istimr</em></strong><strong><em>ā</em></strong><strong><em>riyyah</em></strong><strong> (berkesinambungan).</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong>Unsur pokok dari sosok perubah adalah manusia. Sebab, manusialah pelaku hakiki dari perubahan tersebut dan unsur manusia pulalah yang akan melahirkan kedua unsur lainnya.</p>
<p><strong>Strategi haraki</strong> dari unsur manusia adalah <strong><em>peningkatan jumlah kuantitas dan tar-biyyah (pembinaan) yang terus-menerus dan tiada henti</em></strong><em>.</em> Tarbiyyah tentang semua segi ajaran Islam harus mencapai mutu atau kualitas yang setinggi-tingginya dan harus dilakukan secara sistematis.</p>
<p><em> “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, <strong>yang membacakan aya-ayat-Nya kepada me-reka,</strong> mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah. Dan sesung-guhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata” </em><strong>[QS. al-Jumu’ah (62): 2]<br />
</strong></p>
<p>Semua ini boleh jadi akan memakan waktu yang panjang sekali. Oleh karena itu, kesabaran kitapun harus sangat kuat. <strong>Kesabaran dalam tarbiyyah</strong> dan <strong>kesabaran dalam menekan perasaan</strong> yang ingin menggelincirkan kita dari jalan tarbiyyah menuju jalan pintas atau <strong>alternatif</strong> yang hanya bersifat dugaan.<strong> </strong></p>
<p>Perubahan ini tidak mungkin dilakukan dan akan dapat dipertahankan tanpa sosok perubah yang kuat. Tarbiyyah yang bermutu dan kuantitas yang cukup adalah unsur utama dari arti “<em>kuat</em>” dalam konteks ini. <strong><em>Ketidak sabaran dan keterburu-buruan dalam menjalani strategi haraki akan mengantarkan kepada pemilihan jalan alternatif atau jalan pintas tersebut. </em></strong></p>
<p>Semua cara halal dan ampuh bisa ditempuh (<strong>termasuk jihad fisik yang benar</strong>) sesuai dengan kondisi yang ada dan memungkinkan. Tetapi, cara apapun yang ditempuh memerlukan “<em>kecukupan</em>” dalam kualitas dan kuantitas.</p>
<p>Maka dari itu, “<em>kecukupan</em>” lah yang harus kita capai terlebih dahulu. Sedangkan cara penuntasan terakhir yang akan ditempuh, kita serahkan kepada generasi pelaksana yang akan datang, menurut kondisi yang ada pada waktunya.</p>
<p>Demikian pula membina masyarakat untuk sampai pada kesadaran yang tinggi tentang arti <em>La Ilaha Illallah – Muhammad Rasulullah</em>, serta kesadaran <strong>tentang kewajiban mereka dalam penerapan syari`at dan penegakan sunnah</strong>.</p>
<p>Semua usaha yang memungkinkan harus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat bahwa kedua hal di atas adalah kandungan utama ajaran Islam dan merupakan konsekuensi utama dari keimanan mereka.</p>
<p>Masalah inilah yang harus menjadi titik temu atau garis tengah bersama antara masyarakat dan sosok para perubah. <strong>Tugas kita adalah men-dakwahkan mereka, bukan memerangi mereka</strong>, <strong>sampai hujjah benar-benar tegak dan semua masalah jelas bagi yang ingin memilih jalan kebenaran ataupun kebathilan.</strong></p>
<p><em>Ahlus Sunnah wal Jama`ah bukan sekedar mengejar slogan semu sebuah kekuasaan dan kedaulatan tanpa manhaj keselamatan dan kemenangan.</em></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=77&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/06/25/77/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2009/06/i.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">i</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/06/19/74/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/06/19/74/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 07:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/2009/06/19/74/</guid>
		<description><![CDATA[Iman Bertambah dan Berkurang وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا&#8230; “&#8230;dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya)&#8230;.” [QS. al-Anfāl (8): 2] وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ “Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=74&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffff00;"><strong><span style="color:#0000ff;">Iman Bertambah dan Berkurang </span></strong></span></p>
<p>وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا&#8230;<br />
“&#8230;dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya)&#8230;.” [QS. al-Anfāl (8): 2]<br />
وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ<br />
“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapa di antara kalian yang bertambah iman-nya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira.” [QS. at-Tawbah (9): 124]<br />
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ<br />
“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengum-pulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kepada me-reka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka men-jawab: “Cukuplah Alloh menjadi Penolong kami dan Alloh adalah sebaik-baik Pelindung.” [QS. Āli-‘Imrān (3): 173]</p>
<p>Ayat-ayat di atas dengan jelas sekali menerangkan tentang bertambah-nya iman. Dan walaupun tidak disebutkan tentang berkurangnya iman, namun dengan ditetapkan kata “bertambah” berarti mencakup pula kata “berkurang”, karena sesuatu yang dapat “bertambah”, maka sudah pasti akan mengalami pula “berkurang” [1].<br />
2. Dalil-dalil dari al-Hadits:<br />
Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– bersabda:<br />
لاَ يَزْنِي الزَّانِي حِيْنَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ<br />
“Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia melakukan zina.” (HR. al-Bukhāriy 2475 dan Muslim 2/41)<br />
Yang dimaksud dengan ketiadaan (hilang) iman dalam hadits adalah hilangnya kesempurnaan iman, seperti peribahasa ‘Arab yang berbunyi:<br />
لاَ مَالَ إِلاَّ إِبِلٌ<br />
“Tiada harta benda kecuali unta.”</p>
<p>Artinya bahwa tidak ada harta benda yang berharga seperti unta. Hadits tersebut menunjukkan bahwa seorang yang beriman akan turun (tidak sempurna) keimanannya “ketika” berzina, walaupun dalam ungkapan disamakan dengan “tidak ada” iman[2].</p>
<p>Senada dengan hadits di atas, maka Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– bersabda:<br />
لاَ إِيْمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ<br />
“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak memiliki amanah.” (HR. Ibnu Abī Syaybah dalam al-Īmān No. 7, Ahmad 3/135 &amp; 251, al-Lālikā’iy 5/924 dan lain-nya. al-Albāniy dalam Hāsyiyah al-Īmān karya Ibnu Abī Syaybah hal. 5 berkata: Hadits Shahih dan Sanadnya Hasan)</p>
<p>Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– bersabda:</p>
<p>Hadits lainnya, Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– bersabda tentang keadaan kaum wanita:<br />
أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ؟ قُلْنَ: بَلَى قَالَ: فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ دِيْنِهَا<br />
“Bukankah ketika haid dia tidak shalat dan tidak shawm (puasa)?, mereka menjawab: Ya, benar.Kemudian beliau bersabda: Itulah kekurangan aga-manya.” (HR. al-Bukhāriy No. 304 dan Muslim dalam Syarh an-Nawawiy 2/66)<br />
Imam al-Hulaymiy –Rahimahullah– berkata[3]:</p>
<p>“Apabila shalat wanita berkurang daripada shalat laki-laki menyebab-kan agama wanita pun berkurang dari agama laki-laki, walaupun dia (wanita) tidak dihitung sebagai orang yang bersalah karena mening-galkan shalat (saat haid) dari agama laki-laki, maka bukankah sudah semestinya apabila ada orang yang sengaja meninggalkan shalat akan berkurang agamanya daripada orang yang melanggengkan shalat?”<br />
Maksud beliau, bahwa perbuatan maksiat jauh lebih pantas dan lebih pasti akan mengurangi agama (iman) seseorang.<br />
Imam al-Baghawiy –Rahimahullah– berkata[4]:</p>
<p>“Ahlus Sunnah berkeyakinan bahwa iman adalah perkataan dan per-buatan serta aqidah, dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan, karena dalam al-Qur’an dikemukakan tentang bertambahnya iman dan dalam hadits dikemukakan pula tentang ber-kurangnya agama (iman) bagi kaum wanita.”<br />
3. Dalil-dalil dari Atsar Shahabat:<br />
‘Ibnu ‘Abbās –Radhiyallahu ‘anhumā– berkata[5]:<br />
( اَللَّهُمَّ زِدْنَا إِيْمَانًا وَيَقِيْنًا وَفِقْهًا )<br />
“Ya Allah, tambahkanlah iman, keyakinan dan pemahaman kepada kami!”<br />
Abū ad-Dardā’ –Radhiyallahu ‘anhu– berkata[6]:<br />
( اَلإِيْمَانُ يَزْدَادُ وَيَنْقُصُ )<br />
“Iman bisa bertambah dan juga berkurang.”</p>
<p>Abū Hurayrah–Radhiyallahu ‘anhu– berkata[7]:<br />
( اَلإِيْمَانُ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ )<br />
“Iman bisa bertambah dan juga berkurang.”<br />
‘Urwah bin az-Zubayr –Radhiyallahu ‘anhu– berkata[8]:<br />
مَا نَقَصَتْ أَمَانَةُ عَبْدٍ قَطْ إِلاَّ نَقَصَ إِيْمَانُهُ<br />
“Tidaklah sifat amanah seorang hamba pudar (berkurang), tiada lain adalah karena berkurang imannya.”</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=74&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/06/19/74/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips-tips</title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/03/12/tips-tips/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/03/12/tips-tips/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 17:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehidupan sekarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[1) Nomor Darurat Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari network yang ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda, dan yang menarik, nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad dilock. Cobalah.. 2) Kunci mobil ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=68&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--><img class="alignleft size-medium wp-image-71" title="sasuke" src="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2009/03/sasuke.jpg?w=300&#038;h=225" alt="sasuke" width="300" height="225" /><br />
<!--[if gte mso 9]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;" lang="EN-GB">1) </span></strong><span class="spelle"><strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;" lang="EN-GB">Nomor</span></strong></span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;" lang="EN-GB"> Darurat</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;" lang="EN-GB"><br />
</span><span style="font-family:Tahoma;" lang="EN-GB">Nomor darurat untuk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di<br />
daerah yang tidak menerima sinyal HP dan perlu memanggil<br />
pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari network yang<br />
ada untuk menyambungkan nomor darurat bagi anda, dan yang menar</span><span style="font-family:Tahoma;" lang="EN-GB">ik,<br />
nomor 112 dapat ditekan biarpun keypad dilock. Cobalah..</span><span style="position:absolute;z-index:2;left:0;margin-left:480px;margin-top:50px;width:100px;height:100px;"><img class="alignleft" src="/DOCUME%7E1/Administrator/Local%20Settings/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="" /></span><br />
<span style="font-family:Tahoma;" lang="EN-GB"><br />
<strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;">2) Kunci mobil ada ketinggalan di dalam mobil?</span></strong><strong><span style="color:blue;"><br />
</span></strong>Anda memakai kunci remote? Kalau kunci anda ketinggalan dalam mobil<br />
dan remote cadangannya di rumah, tinggal telpon orang rumah dengan<br />
HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil, dan minta<br />
orang rumah untuk menekan tombol pembuka pada remote cadangan yang<br />
ada dirumah (waktu menekan tombol pembuka remote, minta orang rumah<br />
mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya)</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;">3) Baterai cadangan tersembunyi</span></strong><br />
Kalau baterai anda hampir habis, padahal anda sedang menunggu telpon<br />
penting, dan telpon anda dibuat oleh NOKIA, silahkan tekan *3370#,<br />
maka telpon anda otomatis restart dan baterai akan bertambah 50%.<br />
Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.</p>
<p><strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;">4) Tips untuk men-cek keabsahan mobil/motor anda ( Jakarta area only)</span></strong><strong><span style="color:blue;"><br />
</span></strong>Ketik : metro b86301o (merah no polisi anda) Kirim ke 1717, nanti<br />
akan ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips<br />
ini juga berguna untuk mengetahui data2 mobil bekas yang hendak anda<br />
beli/incar .</p>
<p><strong><span style="font-family:Tahoma;color:blue;">5) Jika anda sedang terancam jiwanya karena dirampok/ditodong</span></strong><span style="color:blue;"><br />
</span>seseorang untuk mengeluarkan uang dari atm ,maka anda bisa minta<br />
pertolongan diam2 dengan memberikan nomor pin secara terbalik ,misal<br />
no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan<br />
uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri<br />
tsb.Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit orang<br />
yang tahu tolong kasih tahu info kepada yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span></p>
<br />Posted in Kehidupan sekarang  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=68&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2009/03/12/tips-tips/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2009/03/sasuke.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sasuke</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/08/06/55/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/08/06/55/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 03:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/2008/08/06/55/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=55&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.slide.com/s/0Iz9c2NkuT-HIeCVyoH_8uIDQ0J0hP_0?referrer=hlnk" target="_blank"><img src="http://widget.slide.com/rdr/1/1/1/W/23000000025858f4/1/224/HBINgc2d7j_VHOiXxwn691XDtdgT2jem.jpg" border="0" alt="Host unlimited photos at slide.com for FREE!" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ka2cupie.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ka2cupie.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=55&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/08/06/55/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://widget.slide.com/rdr/1/1/1/W/23000000025858f4/1/224/HBINgc2d7j_VHOiXxwn691XDtdgT2jem.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Host unlimited photos at slide.com for FREE!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/08/06/52/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/08/06/52/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 03:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Judul pertemuan pada malam yang diberkahi ini –seperti yang kalian dengar- adalah: Tauhid Terlebih Dahulu. Mengapa tauhid didahulukan? Karena ini merupakan manhajnya Allah, yang disyariatkan kepada segenap para Nabi ‘alaihimushalatu wassalam. Tak seorang Rasulpun yang mendakwahi umatnya melainkan mengawalinya dengan tauhid, walaupun dakwah-dakwah mereka (disamping dakwah tauhid) mencakup semua kebaikan bagi manusia. Sebagaimana sabda Nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=52&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul pertemuan pada malam yang diberkahi ini –seperti yang kalian dengar- adalah: Tauhid Terlebih Dahulu. Mengapa tauhid didahulukan? Karena ini merupakan manhajnya Allah, yang disyariatkan kepada segenap para Nabi ‘alaihimushalatu wassalam. Tak seorang Rasulpun yang mendakwahi umatnya melainkan mengawalinya dengan tauhid, walaupun dakwah-dakwah mereka (disamping dakwah tauhid) mencakup semua kebaikan bagi manusia. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam:</p>
<p>“Sesungguhnya tidak ada seorang nabipun sebelumku melaikan wajib baginya untuk menunjukkan kebaikan yang dia ketahui kepada ummatnya dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang dia ketahui.” (Riwayat Muslim di dalam Kitabul Imarah, Bab Wujubul Wafa’ bi Bai’atil Awal fal Awal no: 1844 dan selainnya)</p>
<p>Maka para Nabi membawa setiap kebahagiaan dan perkara yang membahagiakan manusia, akan tetapi mereka memulai dari perkara yang terpenting, kemudian perkara penting berikutnya.</p>
<p>Barangsiapa memperhatikan Al Qur’an, niscaya dia akan melihat bahwa dakwah setiap Nabi memiliki kesamaan yang sangat erat dalam permasalahan pokok yang agung; diantaranya (kesamaan dalam masalah, ed.) tauhid, penetapan tentang kenabian, penetapan adanya hari kebangkitan dan pembalasan.</p>
<p>Namun inti tema dakwah mereka dan menjadi sebab pergolakan antara mereka dengan umatnya adalah tauhid, yaitu tauhidul ibadah (mengesakan ibadah hanya kepada Allah). Karena tidak akan engkau lihat di dalam Al Qur’an, pertentangan antara nabi dengan ummatnya dalam perkara Tauhid Rubiyyah (keyakinan bahwa hanya Allah sebagai pencipta, pemberi rezki dan pengatur alam semesta) dan Tauhid Asma’ wa Sifat. Tiada keraguan sedikitpun bahwa mereka mendustakan dan mengingkari hari kebangkitan, akan tetapi yang sangat mereka dustakan adalah dakwah kepada pemurnian agama hanya kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Maka engkau lihat ini adalah dakwah seluruh para Nabi.</p>
<p><span id="more-52"></span>Sebagaimana Allah terangkan dalam kitab-Nya, perkara yang didahulukan oleh para Nabi adalah memperbaiki Tauhid, memperbaiki kekurangan pada Tauhidul Ibadah. Karena yang dilakukan pertamakali oleh Syaitan ketika merencanakan tipu dayanya kepada bani Adam –setelah dia mengatur tipu dayanya kepada Adam dengan menjerumuskannya memakan buah pohon (di surga)- adalah tipu daya dalam perkara Tauhidul Ibadah.</p>
<p>Dikala syetan membujuk kaum Nuh ‘alaihissalam agar menggantungkan gambar orang-orang shaleh dan membuat patung-patung mereka, maka merekapun melakukannya. Tatkala generasi (pertama) yang mengenal orang-orang shaleh itu teah tiada, syetan datang kepada mereka pada kesempatan yang lain seraya berkata: “Tidaklah ditancapkan patung orang-orang shaleh ini melainkan untuk diibadahi.”</p>
<p>Nuh ‘alaihissalam senantiasa mendakwahi kaumnya selama 950 tahun, sebagaimana Allah kisahkan dalam kitab-Nya yang mulia. Jadilah kaum Nuh sebagai kaum yang jelek, paling dhalim dan paling melempaui batas. Nuh ‘alaihissalam mendakwahi kaumnya selama 950 tahun namun tidaklah beriman kepadanya kecuali sedikit. Berapa banyak generasi dan abad yang telah dilalui oleh Nuh? Sembilan ratus lima puluh tahun. Toh demikian tidaklah menambah mereka kecuali penentangan dan kesombongan. Maka Nuh mendoakan kejelekan, sehingga Allah Tabaraka wa Ta’ala membinasakan mereka. Dan Allah mengeluarkan dari anak cucu Nuh, berupa anak cucu yang tunduk kepada Allah. Namun syetan menyambar mereka dengan sangat cepat, kemudian menjerumus-kan mereka ke dalam lumpur kesyirikan terhadap Allah ‘azza wa jalla.</p>
<p>Demikianlah. Setiapkali datang seorang Nabi, yang dengan diutusnya Nabi tersebut Allah selamatkan Bani Adam, maka tidaklah waktu berlalu sebentar saja kecuali syetan akan datang dan mengelabui dengan tipudaya seperti yang dilakukan terdadap kaum Nuh. Syetan akan senantiasa melancarkan tipudaya ini sampai hari kiamat.</p>
<p>Maka sepantasnya bagi siapapun yang siap berdakwah kepada Allah ‘azza wa jalla agar menjadikan dakwahnya seperti dakwahnya para Nabi ‘alaihimussalatu wassalam disaat menghadapi berbagai tipudaya syetan terhadap bani Adam ini, yaitu dengan caranya para Rasul. Hadapilah beragam tipudaya ini dengan mengawalinya melalui perbaikan Tauhid Masyarakat, baik masyarakat Islam atau non Islam, karena telah terdapat penyelewengan yang sangat jauh dalam perkara (tauhid) ini.</p>
<p>Da’i yang ikhlas, yang ingin menelusuri jejak para Nabi dan ingin memperbaiki keadaan umat dengan perbaikan yang benar, yang pertama harus dia obati adalah penyelewengan dalam perkara tauhid. Apabila engkau melihat seorang da’i berjalan di atas petunjuk dan bimbingan. Dan apabila engkau melihat ada seorang da’i berbelok ke kanan, ke politik, atau ke yang lainnya, maka tidak ragu bahwa orang ini berada dalam kebimbangan. Tidak ragu lagi, dia melenceng dari dakwah yang disyariatkan dan diwajibkan oleh Allah terhadap seluruh Nabi, mulai Nabi yang pertama hingga Nabi yang terakhir. Allah ‘azza wa jalla berfirman:</p>
<p>“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang Rasul (agar menyerukan:) beribadahlah kepada Allah dan Jauhilah Thagut.” (An Nahl: 36)</p>
<p>Apakah yang dimaksud dengan thagut di ayat ini? Karena saat ini ada yang memaknakan thogut pada ayat ini berbeda dengan makna thogut yang dimaukan oleh Al Qur’an.</p>
<p>“Jauhilah togut” adalah: (Jauhilah) peribadahan kepada berhala-berhala dan jauhilah perbuatan syirik kepada Allah ‘azza wa jalla.</p>
<p>Maka perbaikilah (ummat ini) dengan menghancurkan toghut-toghut dalam jiwa manusia. Setelah abik aqidah ummat manusia, maka akan baik sisi kehidupan mereka. Jika seseorang ridho Allah sebagai Rabb dan sesembahannya yang benar, dan tidak ada sesembahan yang bernar kecuali Dia, niscaya dia tidak akan tunduk kepada undang-undang timur dan barat selama-lamanya, karena ia ridho Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya. Sehinga ia akan membuang undang-undang dan peraturan-peraturan buatan manusia.</p>
<p>Adapun kalau engkau mengawali (perbaikan Ummat) dengan hanya memperbaiki masalah politik dan menyibukkan pemuda dengan masalah seperti ini, berarti engkau menutupkan tabir terhadap dakwah para Nabi. Ini merupakan kesalahan yang fatal yang menimpa para da’i. Yang segera mereka dapatkan –disebabkan dakwah yang seperti ini- adalah dampak negatif. Bukanlah aku orang yang- demi Allah- lebih tahu, lebih sayang, dan lebih cemburu dibandingkan Allah dan Rasul-Nya ‘alaihishshalatu wassalam dari apa yang aku kira.</p>
<p>Jalan untuk perbaikan ummat merupakan perkara yang sangat jelas. Ummat disetiap zaman dan ummat Islam dari abad ke abad membutuhkan perbaikan akidah, karena kerusakan pada masalah aqidah merayap kedalam tubuh kaum muslimin di setiap abad, baik dalam tauhid asma’ wa sifat –yang aku kira ummat-ummat sebelumnya tidak menyeleweng- maupun dalam hal tauhid ibadah. Apabila engkau berjalan mengelilingi negara-negara di dunia, negara manapun yang engkau jumpai, niscaya engkau akan melihat penyelewengan aqidah mereka dan melihat amalan-amalan mereka di sekeliling kuburan. Yang mana mereka seharusnya malu terhadap Yahudi, Nashara dan para penyembah patung.</p>
<p>Kenapa kita berpura-pura bodoh terhadap perkara ini semua, dan pergi mendidik para pemuda dengan pendidikan politik saja. Sedangkan kesyirikan di hadapan mereka. Kesyirikan yang diperangi para nabi, yang telah menghabiskan masa hidup mereka demi memerangi kesyirikan. Dan Allah membinasakan banyak ummat adalah karena (ummat tersebut) menyelisihi para nabi dalam masalah ini, bukan karena masalah politik atau yang lainnya. Allah membinasakan mereka karena menyelisihi para nabi dalam masalah ini.</p>
<p>Wahai para pemuda Islam, janganlah sampai kalian tertipu dengan roti politik, ambisi dan penggodanya. Hendaklah kalian memegang teguh manhaj/metode para nabi.</p>
<p>Sehingga engkau akan melihat, siapa saja yang memperbaiki (ummat) dengan jujur dan ikhlas, serta mengetahui Islam dengan sebenarnya, maka dia akan mengawali pengobatannya pada perkara (tauhid) ini.</p>
<p>Contohnya Ibnu Taimiyah, ia datang dalam keadaan lumpur khurafat dan kebid’ahan-kebid’ahan sudah mengendap di tengah-tengah ummat Islam, baik masyarakatnya maupun pemerintahnya. Maka beliau mengobati berbagai penyelewengan yang barupa kesyirikan (dalam ibadah) dan penyelewengan dalam masalah Asma’ dan sifat. Datang pula Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah tokoh dan mujaddid sejati kedua setelah Ibnu Taimiyah. Beliau memulai berdakwah seperti yang dilakukan para Nabi dan orang-orang yang melakukan perbaikan.</p>
<p>Sedangkan orang-orang yang membawa berbagai macam bendera dakwah ini (politik dan sebagainya), dan tidak komitmen serta tidak mengetahui perkara tauhid, tidak mengetahui bahaya syirik serta tidak mengetahui dengan jelas seluruh perkara ini, mereka mendidik dalam lingkungan yang tidak disirami aqidah. Mereka mendapati pergolakan politik yang terjadi antar partai, sehingga mereka membentuk partai-partai (baru) yang membawa misi-misi Islam (namun) tidak mengenal dakwah para nabi. Maka mereka datang seraya menerapkan politik mereka kepada para pemuda negeri tauhid (Saudi Arabia) dalam keadaan para pemudanya tidak mengetahui tauhid dan bahaya syirik. Sangat disayangkan dakwah mereka yang menyelisihi manhaj para nabi ‘alaihimushshalatu wassalam tersebar di negeri tauhid.</p>
<p>Demi Allah ini adalah perang pemikiran terhadap markas anak-anak tauhid. Sudah sekian tahun kita berusaha memberantasnya, agar keadaan kembali seperti semula. Akan tetapi para pemuda tertipu –sangat disayangkan- mereka terikat dengan orang-orang yang membawa lari mereka ketampat yang jauh dari kedudukan para Rasul ‘alaihimushshalatu wassalam, serta kedudukan orang-orang yang melakukan perbaikan. Wajib atas para pemuda untuk sadar dan mengatahui pentingnya tauhid.</p>
<p>Demi Allah kami tidak melihat adanya wala’ (loyalitas) dan bara’ (berlepas diri) pada mayoritas para pemuda di atas tauhid. Engkau akan dapati mayoritas pemuda berloyalitas kepada para pemuja kuburan dan musuh tauhid serta yang memerangi para pembawa bendera tauhid dan putra-putra tauhid. Orang-orang bodoh itu tidak mengerti tentang tauhidullah dan dakwah para nabi, serta tidak mengetahui kedudukan dakwah ini. Tatkala ingris mendirikan partai-partai di negeri barat dan negeri-negeri kaum muslimin, barupa partai ba’ts, komunis, sosialis dan sebagainya. Maka berkatalah mereka para “Politikus Islam”: “Kita harus membentuk partai-partai politik.” Dan mereka masuk ke pergolakan antar parpol dan pemerintah. Seluruhnya berkisar pergolakan politik, sedangkan Islam, Islam dan Islam hanya sebagai simbol saja. Mereka mendapati sekulerisme, komunisme, ba’tsi terpampang di negeri-negeri Islam, sehingga mereka mengatakan: “Kita mengangkat syiar-syiar Islam,” maka merekapun mengangkat syiar-syiar Islam namun kosong isinya. Demi Allah kosong dan mati, karena kosong dari perhatian terhadap tauhid serta permusuhan terhadap syirik.</p>
<p>Maka engkau akan melihat sumber-sumber dakwah seperti ini, yang memerangi negeri ini, terlumuri oleh syirik dan tidak menghasilkan perubahan sedikitpun di negeri-negeri arab. Sampai hari-hari ini telah mati pentolan-pentolan pencetus dakwah semacam ini, di atas khurafat dan kebid’ahan. Bahkan mereka pergi ke kuburan-kuburan dengan mempersembahkan nadzar-nadzar, bunga-bunga dan ruku’ kepada kuburan-kuburan ini. Syirik menurut mereka tidak berbahaya selama-lamanya, tauhid tidak ada nilainya, bahkan memandang bahwa tauhid memecah belah ummat. Kenapa putra-putri tauhid tidak memikirkan tipu daya dan petaka ini, yang membuat mereka bercerai-berai, bertikai, dan tercabik-cabik karena dakwah yang kosong (palsu) ini.</p>
<p>“Dan tidaklah Kami untus seorang Rasulpun sebelum engkau, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Aku. Maka ibadahilah Aku.” (Al Anbiya: 25)</p>
<p>La ilaha illallah menurut pengertian mereka adalah La Hakima illallah (Tidak ada hakim kecuali Allah). Perkara yang paling khusus dari kekhususan Uluhiyyah (menurut mereka) adalah tidak ada hakim kecuali Allah. Tafsir semodel ini akan membuatmu memandang kesyrikan di depanmu seakan engkau tidak melihat apa-apa. Syirik yang diperangi para Rasul akan dianggap sepele. Tafsir seperti ini adalah penyimpangan terhadap makna La ilaha illallah.</p>
<p>Kemudian dalam rangka tipu daya, mereka membagi tauhid menjadi empat (Tauhid Rububiyyah, Asma wa Sifat, Uluhiyyah, ditambah satu dengan Tauhid Hakimiyyah). Setelah beberapa hari berjalan, mereka menyelundupkan makna-makna yang mendasar terhadap La ilaha ilallah berupa tauhid Hakimiyyah. Pahamilah tipudaya-tipudaya politik!</p>
<p>La ilaha illallah maknanya adalah La ma’buda bihaqqin illallah (Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah). Apa saja ibadah itu? (Diantaranya ialah) sholat, puasa, zakat, haji, menyembelih kurban, nadzar, tawakkal, pengharapan, cinta, takut (dari adzab Allah). Ini semua hanya dipersembahkan kehadirat Allah. Tidak boleh diperuntukkan kepada selain-Nya.</p>
<p>Adapun tidak ada hakim kecuali Allah, maka ini tidak masuk ke dalam makna la ilaha illallah selama-lamanya. Karena makna La ilaha illallah adalah tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. ‘Abid dan ma’bud, Allah sebagai ma’bud (Yang diibadahi), sedangkan para mahluk adalah ‘abid (yang beribadah).</p>
<p>Ibadah adalah perbuatan para mahluk. Pahamilah ini!! Ibadah adalah perbuatan para mahluk untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dia ruku’, sujud, tunduk, menangis, bertawakkal, mengharap dan takut. Ini semua adalah sifat-sifat dan perbuatan para mahluk, bukan sifat Al Kholiq (Pencipta), Allah Maha Tinggi dari yang demikian itu. Maka jika kita mengatatakan: tidak ada hakim kecuali Allah, berarti sama maknanya dengan: Tidak ada yang menyembah kecuali Allah (La ‘abida illallah). Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari yang demikian itu. Pahamilah, ini adalah penafsiran yang bathil. Yang menjungkir balikkan kaum muslimin adalah tafsiran-tafsiran rusak terhadap La Ilaha Illallah. Demi Allah, kaum muslimin terjungkir balik dengan adanya tafsiran-tafsiran bathil dari kalangan ahlul kalam, filsafat dan selain mereka.</p>
<p>Mereka mengatakan La ilaha Illallah maknanya adalah La Kholika Illallah, La Raziqa Illallah, La Muhyi Illallah La Mumita Illallah: “Tidak ada Yang menciptakan kecuali Allah, Tidak ada pemberi Rezeki kecuali Allah, Tidak ada yang menghidupkan kecuali Allah, Tidak ada Yang Mematikan kecuali Allah.” Engkau akan lihat (orang yang menafsirkan La Ilaha Illallah dengan tafsiran salah tadi) dia menyembah kuburan, menyembelih kurban, nadzar dan sujud kepadanya. Dia akan berdalih:</p>
<p>“Wahai saudaraku, aku tidak menyembahnya. Aku tidak meyakini bahwa dia bisa menolak madhorot dan mendatangkan manfaat, karena yang menolak madhorot dan memberi manfaat adalah Allah. Aku tidak mengatakan bahwa ia Pencipta, karena aku yakin bahwa Pencipta adalah Allah.”</p>
<p>Akan tetapi dia tidak paham bahwa perbuatan-perbuatan yang dia lakukan untuk takarrub/ mendekatkan diri kepada orang-orang mati adalah ibadah. Amalan-amalan orang itu menafikan La Ilaha Illallah. Mereka memahami La Ilaha Illallah dengan pemahaman yang jelek, salah dan sangat jauh dari inti makna La Ilaha Illallah yang diemban oleh para Nabi. Sehingga mereka menyembelih dipersembahkan kepada selain Allah, nadzar dan istighotsah kepada selain Allah, serta mereka terjerumus di berbagai bentuk-bentuk kesyirikan, karena apa? Karena kebodohan mereka terhadap makna La Ilaha Illallah.</p>
<p>Lalu ketika datang perpolitikan –di masa sekarang ini- digabungkanlah makna yang baru (yakni La Ilaha Illallah) kepada tafsiran-tafsiran yang rusak diatas, maka manusia bertambah binasa.</p>
<p>Demi Allah, seandainya bukan karena sebab sisa-sisa kekuatan dakwah Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab dan manhaj Salafy –di negeri ini- niscaya sekarang engkau akan melihat penduduk negeri ini sujud kepada kuburan-kuburan. Akan tetapi inilah yang menjaga mereka. Namun sewaktu-waktu –jika tidak dipertahankan perkara ini- bisa berbahaya. Masalah ini bukan perkara remeh, sehingga kita dapat tidur, dan membiarkan orang-orang mempermainkan akal-akal para pemuda, lalu berbasa-basi serta mendiamkan mereka. Akan tetapi hendaknya kita memerangi dan memblokir penyelewengan politik ini yang digunakan untuk menghancurkan negeri ini, negeri tauhid.</p>
<p>Muhammad bin Abdul Wahhab, saudara-saudaranya, putra-putranya dan pembelanya telah mengorbankan segala apa yang mereka punyai untuk memperbaiki makna La ilaha illallah. Maka datanglah politik jahiliyyah ini hendak menghapus pengorbanan besar ini dan ingin meletakkan penggantinya dengan makna-makna politis dari orang-orang yang tidak mengenal dakwah para nabi, bahkan memerangi, merendahkan kedudukannya dan memalingkan manusia dari dakwah para nabi ini. Karena memang para politikus adalah para khurafiyun (ahli khurafat) dan kuburiyun (penyembah kuburan). Para politikus yang meletakkan perkara-perkara ini mayoritasnya adalah para kubury dan khurafy musuh-musuh dakwah Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab. Karena itulah mereka membuat aliran-aliran yang berbahaya untuk melenyapkan dakwah ini.</p>
<p>Demi Allah mereka telah mengikat anak-anak negeri ini, dan telah mengerahkan kesungguhan serta makar yang tidak pernah mereka kerahkan sebelumnya diseluruh belahan dunia manapun. Engkau dapati anak-anak negeri ini menebarkan dakwah-dakwah ini ke seluruh alam dan mempersiapkan harta-harta untuk itu. Seandainya diperuntukkan di jalan Allah, niscaya akan berubah keadaan mayoritas para khurafiyin.</p>
<p>Demi Allah, seandainya tidak ada perang makar ini, niscaya engkau akan melihat alam islami berbeda keadaannya dengan keadaan dimana mereka hidup sekarang ini, berupa kerendahan dan kelemahan. Karena menusia lebih dahulu mengenal dakwah Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab.</p>
<p>Orang-orang sunny, Rafhidhah dan ahlud dholal lainnya telah membuat makar terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab. Daulah (pemerintahan) barat dan timur telah membuat makar terhadap dakwah Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab. Tidaklah mustahil, pada orang-orang yang memerangi negeri ini telah ada kesepakatan untuk memerangi dakwah ini. Kesepakatan politik Brithonia (ingris, ed.) Musuh besar dakwah tauhid ini. Di India dan Pakistan, mereka perangi dakwah ini lebih dari 100 tahun. Tidak pernah mereka memerangi dakwah manapun semisal perang yang dilancarkan kepada dakwah ini.</p>
<p>Oleh karena itu engkau lihat, tokoh-tokoh dakwah politik tidak ada tempat bernaung kecuali di Ingris, saling membantu memerangi negeri tauhid ini. Ingris menaungi mereka karena prinsip-prinsip politik mereka ini dan mereka mentertawakan anak-anak kita dan memperdagangkan dakwah-dakwah penuh dosa yang memerangi dakwah tauhid. Aliran-aliran dan tipu daya ini nyaris menyirnakan dakwah tauhid.</p>
<p>Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar kecuali Dia. Sungguh aku pernah berziarah ke Yaman 14 atau 14 tahun sebelum ini. Dinukilkan kepadaku dari salah seorang yang memerangi (dakwah ini) dia berkata:</p>
<p>“Sungguh aku telah melumatkan dakwah salafiyyah di tempat yang paling dalam di dalam rumahnya.”</p>
<p>Demikian mereka datang untuk melumatkan dakwah salafiyyah di dalam rumahnya, dan dia memandang bahwa mereka telah berhasil untuk melaksanakan target mereka.</p>
<p>Wahai anak-anak tauhid! Jangan sampai orang-orang khufafy dan kubury mentertawakan kalian. Demi Allah seandainya mereka mengimani tauhid dan mengimani dakwah para nabi dan mengetahuinya dengan sebenar-benarnya, niscaya mereka tidak memulai (dalam dakwah) melainkan tauhid dan memulai memperbaiki penduduknya. Karena sangat banyak sekali dari para penduduk yang tenggelam dalam kesyirikan dan kebid’ahan, dan mereka saling menopang untuk menguatkan dan mengokohkan khurafat-khurafat ini.</p>
<p>Pergilah ke Mesir, negeri cikal bakal dakwah Ikhwanul Muslimin. Pergilah bertepatan dengan hari raya Al Badawi, niscaya engkau akan lihat pimpinan-pimpinan Ikhwanul Muslimin ikut serta pada perayaan-perayaan syirik ini yang orang-orang yahudi sudah bosan dengan acara-acara itu. Pergilah ke Pakistan sumber dakwahnya Maududi, niscaya engkau akan lihat petaka dan berbagai bentuk kesyirikan dari kalangan pengagung berhala khurafiyin dan kuburiyin dan selain mereka. Engkau tidak akan lihat dakwah Maududi menggerakkan orang yang diam untuk memberantas kekufuran dan kesyirikan ini. Dan ia hanya –Barakallahu fik- menyibukkan manusia dengan politik.</p>
<p>Kemudian politik semacam ini membuat mereka saling berkoalisi dengan para komunis. Bersaudara dengan Rafidhah dan golongan-golongan syirik demi mencapai target-target politik mereka. Belum juga kita sadar, telah lewat di hadapan kita teriakan-teriakan, dakwah-dakwah dan peringatan-peringatan, namun hal itu tidak menambahn mayoritas kita melainkan kesombongan dan lari karena bangga dengan khurafat dan kebathilan yang dipunyai orang-orang ini.</p>
<p>Bacalah tafsiran-tafsiran mereka terhadap Li ilaha illallah, dengan makna “Tidak ada pencipta, tidak ada pemberi rezeki, tidak ada yang wujud, tidak ada yang menerangkan dan tidak ada yang menetapkan dan menambahkan, tidak ada yang behukum kecuali Allah.” Sehingga bertambah jauhlah manusia dari mentauhidkan Allah dan dari dakwah para Nabi ‘alaihimushshalatu wassalam. Oleh sebab itulah mereka meremehkan tauhid dan setengah jam untuk mempelajari tauhid, 10 menit cukup untuk Tauhid. Semua ini memalingkan manusia dari Tauhid dan menganggap enteng bahkan merendahkannya. Permainan apa ini? Da’i besar yang menyeru kepada kesesatan dan penyelewengan politik ini mereka juluki da’i dakwah para nabi. Dan Allah mensucikan mereka (para nabi) dari sangkaan mereka. Sedangkan da’i tauhid mereka juluki para budak dan jasus (intel). Subhanallah! Para da’i Tauhid mereka juluki dengan pembantu dan jasus?!</p>
<p>Tuduhan-tuduhan ini muncul dari para komunis dan sekuleris di negeri-negeri lain pada masa penjajahan Ingris dan mereka tularkan ke negeri-negeri tauhid sampai ke para Ulama Tauhid. Maka para Ulama Tauhid (menurut mereka0 sebagai para Jasus (intel) dan para buruh. Dan pemerintahnya adalah kafir. Pemerintahan Islam yang menerapkan Kitabullah dan Sunnah Ar Rasul shallallahu’alaihi wa sallam mereka anggap kafir dan dibidik dari setiap tempat. Seandainya Saddam, Khumaini dan Musuh apapun datang untuk memerangi negeri ini, niscaya mereka berdiri disampingnya. Kenapa? Karena mereka bodoh tentang Tauhid, masakin (orang-orang yang perlu dikasihani)! Mereka tidak mengenal kedudukan Tauhid.</p>
<p>Ya Akhi (wahai saudaraku)! Tauhid yang dipelajari di SD, SMP, SMA dan Universitasmu adalah nikmat yang agung. Ya Akhi, saat ini yang seperti itu (kecuali disini, ed.) tidak didapati di seluruh dunia dan juga penghormatan terhadap para Ulama Tauhid. Ya Akhi apa yang engkau inginkan? Ya akhi, demi Allah ada kesalahan-kesalahan penguasa negeri ini maka benarkanlah dengan lemah lembut.</p>
<p>Adapun kalau engkau anggap mereka kafir lantas memerangi mereka. Sedangkan orang (ulama) yang menasehati mereka (para penguasa) dan berhubungan dengan mereka engkau anggap sebagai buruh dan intel. Ya Allah! Ini adalah kebinasaan demi Rabb langit. Demi Allah ini adalah tipu daya para musuh Allah. Mereka ambil anak-anak ingusan yang masih di gendongan para ibu mereka, kemudian menanamkan pemikiran-pemikiran jelek dan kotor yang meremehkan tauhid dan orang-orangnya. Demi Allah, sesungguhnya kami tahu bahwa mereka yang memerangi (negeri ini) mendatangkan seorang yang miskin (dunia dan akhertnya) ini dari rusia, pertama kali yangmereka ajarkan kepadanya adalah mencela ulama dan mengkafirkan pemerintahan negeri ini. Dia (seorang miskin ini) datang dalam keadaan tidak mengetahui Tauhid, pokok-pokok Islam dan tidak pul cabang-cabangnya. Awal mula yang mereka ajarkan adalah menanamkan kebencian terhadap akidah tauhid dan orang-orangnya. Semua ini tipudaya. Sekarang, siapakah yang memahami ucapan ini? Di sana ada orang-orang yang tidak memahami ucapan ini. Wahai saudara-saudaraku, pelajarilah dan perhatikanlah dakwah para nabi, pelajarilah Al Qur’an.</p>
<p>Aku mencukupkan sekian dalam pembahasan tauhidul ibadah. Aku menginginkan kalian untuk membaca AL Qur’an. Al Qur’an penuh berisi pengagungan terhadap Allah ‘azza wa jalla. Seluruh pengagungan ini membimbingmu untuk beribadah hanya kepada Allah, membimbingmu untuk mengerti makna La ilaha illallah dengan sebenar-benarnya sehingga engkau akan memuliakannya.</p>
<p>Ayat-ayat Al Qur’an ini dan ayat-ayat-Nya yang kauni (yaitu berupa para makhluk) dibawakan Allah untuk menerangkan kemuliaan dan keagungan-Nya. Seluruh ayat itu bertujuan agar engkau mengibadahi-Nya dengan Tauhid Ibadah (memurnikan Ibadah. Seluruh dalil-dalil dan bukti-bukti ini adalah bantahan bagi orang yang melenceng dari Tauhidul Ibadah. Inilah dalil-dalil dan bukti-buktinya, bacalah firman Allah ‘azza wa jalla:</p>
<p>“Wahai manusia Ibadahilah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (Al Baqarah: 21)</p>
<p>Kemudian Dia membawakan dalil-dalil untuk menerangkan bahwasanya Allah adalah satu-satunya sesembahan Yang Haq, yang mengharuskanmu untuk mengibadahinya saja. Dia membawakan dalil-dalil dan menerangkan bahwasanya Dialah yang mencurahkan nikmat-nikmat kepadamu dan kepada manusia.</p>
<p>(“Ibadahilah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian”).</p>
<p>Dialah yang menciptakanmu dari air mani kemudian dari ‘alaqah, lantas memberikanmu pendengaran dan penglihatan serta akal.</p>
<p>(“Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.”)</p>
<p>(“Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan.”</p>
<p>Ya Allah!</p>
<p>“Dan langit sebagai atap dan menurunkan dari langit air, maka keluarlah dengan air itu berbagai buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian, maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu dalam keadaan kalian mengetahui (itu semua).” (Al Baqarah: 22)</p>
<p>Demi Allah seandainya engkau sodorkan ayat ini kepada mereka –orang-orang kafir-, niscaya mereka akan mengatakan kepadamu, “Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Pencipta dan Pemberi Rezeki.” Semua orang memahami ucapan ini, akan tetapi mayoritas mereka menentang dan enggan untuk berpegang teguh terhadap tauhidul ibadah, yang dengannya diutus seluruh para Nabi. “Dan Kami turunkan dari langit air, maka keluarlah dengan air itu berbagai macam buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian.” Berapa banyak nikmat dengan sebab turunnya air hujan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan, yang engkau hidup dan berlalu dengan menikmatinya, lalu engkau pergi menyembah selain-Nya.</p>
<p>Sekarang seorang muslim hidup di tengah berbagai kenikmatan ini, namun dia mendatangi dan tunduk kepada badawi dan menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah, kepada Rifa’i, ‘Abdul Qadir, Si Fulan dan Si Fulan. Engkau dapati dia terjerumus kepada syirik dalam ibadah dan Rububiyyah sehingga meyakini bahwa para wali mengetahui perkara ghaib dan mempunyai pengaruh terhadap alam semesta.</p>
<p>Keyakinan semacam ini tidaklah bercokol pada benak pikiran Abu Lahab dan Abu Jahal, kok bisa-bisanya masuk kepada kaum Muslimin? Yang memasukkannya adalah para zindik. Karena tidak ada agama yang lebih dihinakan dibanding semua agama oleh Yahudi, Nasrani, Majusi dan penyembah berhala daripada agama yang dibawa oleh Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Maka tidaklah mereka ini dengki terhadap suatu ajakan yang melebihi kedengkiannya terhadap ajaran Islam. Mulailah orang-orang Majusi, Yahudi, orang-orang zindik dari kalangan Yahudi dan Nashara serta selain mereka membuat makar terhadap Islam. Mereka mendatangi kaum muslimin dengan membawa akidah-akidah keberhalaan –na’udzubillah- terkadang keyakinan itu lebih parah dari apa yang ada pada penyembah berhala. Berupa keyakinan bahwa pra wali mengetahui perkara ghaib dan mengatur alam semesta.</p>
<p>Apabila engkau membaca biografi ‘Abdul Qadir –yang ada pada orang-orang sesat itu- engkau akan dapati dia lebih agung daripada Allah ‘azza wa jalla. Dan apabila engkau baca biografi Badawi dan Rifa’i, engkau akan dapati keduanya lebih agung dari Allah ‘azza wa jalla. Maha Tinggi dan Maha Besar Allah dari apa yang dinyatakan orang-orang yang dzolim. Dari mana keyakinan tersebut datang? Datang dari bisikan para zindik dari kalangan Yahudi dan Nashara. Dan juga karena ahlul kalam dan para filosof memalingkan kaum Muslimin dari makna la ilaha illallah, serta mekna-makna tauhid. Dongeng-dongeng ini laris yang terkadang orang-orang Yahudi dan Nasrani meremehkannya, demi Allah laris di tengah-tengah para khurafy.</p>
<p>Kemudian yang semisal dengan ayat-ayat ini, firman Allah ‘azza wa jalla:</p>
<p>“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (Ali Imran: 190)</p>
<p>“Orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan dalam keadaan meletakkan lambung-lambung mereka dan memikirkan penciptaan langit serta bumi (seraya mengatakan): Wahai Rabb kami, tidaklah Engkau ciptakan ini sia-sia, Maha Suci Engkau dan jangalah kami dari adzab neraka.” (Ali Imran: 191)</p>
<p>Banyak ayat yang menerangkan keagungan Allah dan bahwasanya Dia sajalah yang berhak untuk diibadahi. Karena apa yang engkau lihat baik di atas, di bawah, di kanan, dan kirimu berupa gunung-gunung, langit-langit, bintang-bintang, planet-planet, seluruhnya adalah ciptaan Allah dan diatur oleh-Nya. Allah tundukkan semuanya untuk membantumu agar engkau memurnikan ibadah, yang tujuan Allah menciptakanmu adalah untuk itu (ibadah).</p>
<p>“Allah datangkan setiap apa yang kalian minta dan jika kalian hitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat dhalim dan kufur.” (Ibrahim: 34)</p>
<p>Allah membawakan kepadamu ayat-ayat dan bukti-bukti ini, namun engkau masih saja bingung di kegelapan kejahilan, lantas datang seorang yang mulhid (menyeleweng keyakinannya), zindik dan politikus, panipu untuk memalingkanmu dari dakwah tauhid. Akhirnya engkau mengekor di belakangnya.</p>
<p>Saudara-saudara perhatikan Al Qur’an dan tadaburilah! Al  Qur’an memupuk keimanan, Al Qur’an menebar kateuhidan. Jika engkau memahami Al Qur’an, niscaya engkau akan menjadi pengikut para Rasul dalam agama, akidah dan manhaj mereka. Allah ‘azza wa jalla berfirman:</p>
<p>“Allah telah mensyariatkan bagi kalian agama, sebagaimana yang telah Allah wasiatkan kepada Nuh dan yang Kami wahyukan kepadamu serta apa yang telah Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa dan Isa agar kalian menegakkan agama dan janganlah bercerai-berai padanya.” (Asy Syura: 13)</p>
<p>Agama adalah tauhid. Tagakkanlah tauhid ini. Apabila engkau telah menegakkan tauhid, berarti akan lurus segala sesuatu yang ada pada dirimu. Dan apabila engkau memuliakan tauhid, wala (loyalitas), dan bara’ (berlepas diri) di atasnya, maka akan lurus segala sesuatu yang ada pada dirimu. Janganlah engkau letakkan tauhid di keranjang sampah dan wala’ dan bara’ di atas selainnya.</p>
<p>Aku mengetahui mayoritas manusia mengetahui tauhid namun dengan pengertian yang campur baur, sehingga dicampakkan di kotak sampah. Sehingga dia berloyalitas dan benci di atas dasar selain tauhid. Yang demikian tidaklah benar, karena Al Wala’ dan Al Bara’ haruslah berdiri di atas tauhid.</p>
<p>“Sungguh telah ada bagi kalian suri tauladan yang baik pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka berkata kepada kaumnya: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah dari selain Allah. Kami mengingkari kalian dan telah tampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman hanya kepada Allah.” (Al Mumtahanah: 4)</p>
<p>“Engkau tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling cinta kepada para penentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun mereka bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka atau keluarga mereka. Mereka itulah yang (Allah) ukir dalam hati-hati mereka keimanan, dan Allah tolong dengan ruh (bantuan) dari-Nya. Allah masukkan mereka kedalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, merekapun ridha terhadap Allah. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah golongan Allah lah yang mendapatkan keberuntungan.” (Al Mujadalah: 22)</p>
<p>Hal ini tidak akan dicapai oleh orang yang meremehkan dan mencela tauhid, berwala’ dan bara’ di atas pemikiran-pemikiran politik yang menyimpang. Pensifatan ini tidak diberikan kepada mereka, namun diberikan kepada mereka yang mengimani tauhid dengan sebenarnya, memuliakan tauhid, sehingga dia berwala’ dan bara’ karena tauhid ini.</p>
<p>Demi Allah wala’ dan bara’ pada mayoritas manusia –saat ini- bukan diatas tauhid. Wala’ dan Bara’ bukan karena akidah, namun wala’ dan bara’, karena si fulan dan si fulan. Sedangkan si fulan dan si fulan manusia yang paling sesat dari agama Allah dan dari makna La ilaha Illallah. Loyalitas karena si fulan dan si fulan adalah petaka. Ini merupakan kehancuran yang menimpa ummat. Wahai para pemuda negeri ini, wahai para pemuda muslim di setiap tempat, kenalilah dakwah dan manhaj para Rasul. Ketahuilah bahwa perkaranya bukanlah kita diminta untuk memilih, namun ini adalah kewajiban yang sudah paten bagi setiap orang yang menyeru kepada-Nya dengan jujur, agar ia mengawali dakwahnya dengan dakwah menyeru kepada tauhid.</p>
<p>Buktinya: Allah mensyariatkan manhaj (metode) ini bagi seluruh rasul dari yang paling awal hingga yang paling akhir. Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam memulai dakwah tauhid 13 tahun lamanya. (Selama itu) beliau tidak menyerukan syariat-syariat lain. Belum disyariatkan shalat –rukun Islam terpenting- melaikan sesaat sebelum hijrah. Zakat tidak disyariatkan melainkan di era madinah, yang menunjukkan pentingnya tauhid, karena ia sebagai pondasi. Ar Rasul shallallahu’alaihi wa sallam tidak bergeser sehelai rambut pun ketika para musyrikin Quraisy mendatanginya yang sanggup memenuhi apapun permintaannya.</p>
<p>Beliau menginginkan kekuasaan? Mereka penuhi. Mau wanita Quraisy tercantik? Mereka nikahkan. Mau harta? Mereka beri. Namun beliau berkata: “Aku tidak menginginkan dari kalian kecuali (dakwah) ini.” Beliau membaiat manusia dan berjihad di atas tauhid, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>“Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah, mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Apabila mereka telah melakukan hal itu, maka terlindungi dariku darah-darah dan harta-harta mereka.”</p>
<p>Makna La ilaha illallah bukanlah “Tidak ada hakim kecuali Allah”! Namun (yang benar adalah) “Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.”</p>
<p>Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tetap memusatkan dakwahnya pada syahadat La ilaha illallah. Bahkan ketika fitnah kemurtadan muncul, Umar tidak mendapati argumen/ hujjah untuk menghalangi Abu Bakar yang memerangi mereka (orang-orang murtad), kecuali dengan ucapannya:</p>
<p>“Bagaimana kita memerangi suatu kaum yang mengucapkan La ilaha illallah? Sungguh aku telah mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah.”</p>
<p>Dan Abu Bakar hanya menghafal kalimat ini juga karena sering kalinya ‘alaihisshalatu wassalam mengulang-ulanginya dan memfokuskan dakwah tauhid. Kemudian Abu Hurairah dan Jabir mendengar kesempurnaan hadits tersbut, shalat dan zakat sampai akhir hadits. Adapun Abu Bakar dan Umar tidaklah mendengar (kelanjutannya). Demi Allah seandainya keduanya mendengar, niscaya Umar tidak menghalangi Abu Bakar dan pasti Abu Bakar menjawabnya dengan sisa penggalan hadits tersebutradhiyallahu’anhum jami’an. Ini diantara dalil bahwa seorang yang alim besar dan mulia terkadang ada yang luput dari suatu ilmu yang ilmu itu diketahui oleh orang yang lebih rendah kedudukannya daripada dia –hal ini ada- barokallahu fikum.</p>
<p>Diantara ayat-ayat yang menunjukkan tentang keagungan Allah Tabaraka wa ta’ala, bahwa segala sesuatu mengagunggan Allah. Dia ‘azza wa jalla berfirman:</p>
<p>“Tidaklah dari sesuatupun melainkan bertasbih dan memuji-Nya.” (Al Isra: 44)</p>
<p>Dan berfirman:</p>
<p>“Tidakkah engkau melihat apa yang ada dilangit-langit dan bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, ginung-gunung, pepohonan, binatang-binatang melata dan banyak dari manusia sujud kepada Allah? Dan banyak dari manusia telah ditentukan adzab atasnya. Dan barangsiapa yang Allah hinakan, maka tiada seorangpun yang  memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (Al Hajj: 18)</p>
<p>Segala sesuatu tunduk kepada Allah, segala sesuatu bertasbih kepada-Nya dengan rela ataupun tidak. Seorang kafir rendahpun tundu kepada Allah tabaroka wa ta’ala. Allah ciptakan dia sesuai dengan kehendak-Nya. Allah jadikan dia seorang fakir, kaya, sakit, sehat dan celaka. Allah perbuat padanya sesuai kehendak-Nya. Maka ia dari sisi ini tunduk kepada-Nya. Maka ia dari sisi ini tunduk kepada Allah, membenarkan Allah, baik dalam keadaan mau ataupun enggan. Benda-benda mati, pepohonan, binatang-binatang melata tunduk kepada-Nya. Ini menunjukkan atas keagungan Allah tabaraka wa ta’ala. Segala sesuatu mengagungkan Allah.</p>
<p>Wahai akhi, agungkanlah Allah dengan mentauhidkan dan mengikhlaskan agama hanya untuk Allah. Dengan inilah seluruh para Nabi ‘alaihimusshalatu wassalam di utus.</p>
<p>Dari perkara yang bisa mengokohkan aqidah tauhid adalah kita mengetahui asma’ (nama-nama) dan sifat Allah. Allah ‘azza wa jalla berfirman:</p>
<p>“Dan Allah memiliki nama-nama yang indah maka berdoalah dengannya.” (Al A’raf: 180)</p>
<p>Dan berfirman:</p>
<p>“Dialah Allah yang tidak ada sesembahan yang benar kecuali dia, Dialah Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (Al Hasyr: 23)</p>
<p>“Dan Dialah Allah Yang membentuk rupa, Yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Segala yang ada di langit-langit dan bumi bertasbih pada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al Hasyr: 24)</p>
<p>Mayoritas manusia terbolak balik dalam memahami tauhid, termasuk asma’ dan sifat Allah, akibat tipudaya para filosof, tipudaya orang-orang Jahmiyyah yang terpengaruh para filosof, Mu’tazilah dan selain mereka. Mereka tertelungkup dalam masalah ini. Sehingga mereka mengingkari istiwa (ketinggian Allah) di atas ‘Arsy dan nama-nama Allah. Jahmiyyah mengingkari nama-nama Allah, sedangkan Mu’tazilah mengingkari sifat-sifat-Nya, ketinggian Allah dan keberadaan Allah di atas ‘Arsy-Nya. Hal ini menjerumuskan mereka kepada aqidah hulul dan wihdatul wujud (keyakinan yang menganggap Allah menyatu dengan mahluk-Nya), karena (menurut mereka) mereka mensucikan Allah dari keadaan-Nya di atas alam semesta dan para mahluk-Nya.mereka mengatakan: “Sesungguhnya Allah di setiap tempat.” Dan berkata: “Tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kanan dan tidak di kiri, tidak di dalam dan tidak pula di luarnya serta tidak, tidak&#8230;”</p>
<p>Bisa jadi mereka menyatakan bahwa Allah merupakan sesuatu yang tidak ada, atau menyetu pada segala sesuatu. Ini merupakan puncak pelecehan terhadap Allah Rabb semesta alam. Mereka mengesankan kepada manusia dan pengikut mereka yang jahat, bahwa mereka merupakan orang-orang yang mensucikan Allah. Kenapa? Mereka mengatakan: “Karena kalau kita menetapkan Allah berada di atas ‘arsy, berarti kita menetapkan Dia punya jasad, dan istiwa’ (di atas ‘arsy) berkonsekuensi Allah memiliki jasad, dan -menurut mereka- bisa jadi Allah lebih besar dari pada arsy atau lebih kecil atau juga lebih sangat besar lagi&#8230; dan seterusnya. (Semuanya itu adalah) omong kosong. Mereka menafikan dari Allah tajsim (berbentuk jasad) tetapi terjerumus ke dalam ta’thil (menafikan sifat-sifat Allah).</p>
<p>Ahlussunnah mengatakan: “Istiwa (tingginya Allah di atas ‘arsy) sesuai dengan kemuliaan-Nya tidak seperti istiwanya para mahluk (di kursi dan seterusnya).”</p>
<p>Sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla:</p>
<p>“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya (Allah). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy Syura: 11)</p>
<p>Ahlussunnah merupaka orang-orang yang Allah beri petunjuk untuk mengambil ayat ini tatkala menusia berselisih paham. Mereka mengambil ayat ini dan ayat lain yang semisalnya sebagai kaidah di dalam iman terhadap asma’ dan sifat serta perbuatan-perbuatan Allah ‘azza wa jala. “Tidak ada sesuatupun yang semisal dengan-Nya” baik di dalam Dzat-Nya, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. Maka mereka mensucikan Allah dari penyerupaan terhadap para mahluk, dan menetapkan bagi Allah apa yang Dia tetapkan bagi diri-Nya Jalla wa ‘Ala dari nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya sembari mensucikan Allah dari penyerupaan dari para mahluk. Maka ayat tersebut menyatakan: “Tetapkanlah nama-nama dan sifat-sifat Allah ‘azza wa jalla seperti firman-Nya:</p>
<p>“Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”</p>
<p>Dan mereka menafikan tasybih (penyerupaan dengan mahluk) berpatokan kepada firman-Nya:</p>
<p>“Tidak ada sesuatupun yang semisal dengan-Nya.”</p>
<p>Sesatlah orang-orang musaybbhihah (orang-orang yang menyerupakan Allah dengan mahluk-Nya, ahmad) tatkala mengatakan: “Sesungguhnya Allah mempunyai nama-nama seperti nama-nama kita, punya penglihatan seperti penglihatan kita, dan beristiwa seperti istiwanya kita&#8230; dan seterusnya.”</p>
<p>Orang-orang mu’athilah dating seraya menafikan dari Allah Tabaraka wa ta’ala permisalan dengan para mahluk dan tenggelam di dalamnya sampai menjerumuskan mereka untuk menafikan nama-nama dan sifat-sifat Allah. Sebagian mereka menafikan sifat-sifat Allah dan tidak menafikan nama-nama-Nya. Sebagian mereka menetapkan nama-nama dan menetapkan sebagian sifat-sifat, serta menafikan lainnya, seperti Asy’ariyah.</p>
<p>Yang jelas bahwa perang pemikiran sudah lama datang dari musuh-musuh Islam. Sedangkan gambaran pada benak manusia sekarang bahwa perang pemikiran baru datang pada masa sekarang. Karena apa? Karena mereka tidak mengingkari khurafat-khurafat, kebid’ahan-kebid’ahan dan penta’thilan (pembuangan) sifat-sifat Allah. Mereka tidak menganggap itu semua sebagai kemungkaran, karena ini adalah aqidah mereka. Sehingga mereka terbayang bahwa perang pemikiran baru muncul di masa kini. Kasihan mereka! Mereka datang memerangi negeri tauhid dengan khurafat dan kebid’ahan-kebid’ahan mereka. Ghazwul fikri muncul pada masa Ma’mun, pada masa Jahm bin Shofwan. Sejak saat itulah bermunculan beragam tipu daya terhadap islam. Pertama kali dengan menta’thilkan nama-nama dan sifat-sifat Allah serta mengingkari aqidah-aqidah Islam&#8230; dan seterusnya. Dan akhirnya tipudaya itu dilontarkan oleh tangan-tangan orang-orang Sufi dalam perkara tauhidul Ibadah. Dari sanalah timbul penta’thilan asma’ dan sifat-sifat Allah dan pengingkaran sebagian besar aqidah-aqidah islam. Pada puncaknya ahlul kalam mentahrifkan (memaknakan dengan makna yang bathil) La ilaha Illallah, orang-orang Sufi terpengaruh, sehingga klimaksnya timbul kerusakan yang parah yaitu terjatuh pada kesyirikan. Demi Allah, jika engkau pergi ke beberapa negara, niscaya engkau lihat bangunan-bangunan di bangun di atas kuburan, yang dulu orang jahiliyyah tidak mengenal bangunan di atas kuburan.</p>
<p>Pergilah engkau ke sebagian negeri, lihat bangunan (di atas kuburan) dan pohon-pohon yang digantungkan padanya, kain-kain yang diyakini di dalamnyua ada barakah. Engkau lihat kuburan-kuburan, anjing, keledai dan hewan-hewan lain diibadahi dari selain Allah. Ini adalah pelanggaran besar. Dakwah-dakwah politik –demi Allah- melihat hal ini namun justru mengiyakannya. Dakwah-dakwah tersebut keluar sangat jauh dari dakwah danmanhaj para Nabi serta dahwah tauhid. Padahal inilah poros pembicaraan seluruh kerasulan. Mereka (dai-dai politik) pergi sangat jauh ke pertikaian-pertikaian politik dengan nama “Islami.”</p>
<p>Kami membicarakan hal ini bukan untuk mencari muka manusia, kami hanya ingin memberi penerangan kepada orang yang tertipu dengan simbol-simbol ini yang menimbulkan kehancuran kaum muslimin dan tidak memberi manfaat apa-apa. Demi Allah, simbol-simbol ini tidaklah menambah kaum muslimin melainkan bencana. Dan tidaklah menambah di sisi Allah kecuali kerendahan dan kehinaan sampai mereka kembali kepada manhaj para nabi dan aqidah yang benar. Hingga mereka memperbaiki hal itu di sekolah-sekolah, universitas-universitas, rumah-rumah, akal-akal dan ahti-hati mereka. Apabila mereka memperbaiki aqidah-aqidah ini dan amal-amal dibangun di atasnya, maka bergembiralah akan datangnya pertolongan Allah, kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Namun jika tetap enggan dan tetap memegang simbol-simbol rusak semacam ini, maka demi Allah ummat hanya bertambah rendah dan hina.</p>
<p>Lihatlah tindakan musuh-musuh Islam dan perhatikanlah sikap kaum muslimin. La haula wa la quwwata illa billah. Mereka sekarang sudah mencapai jumlah milyaran, namun seperti buih, buih di lautan kecuali yang Allah beri taufik, karena apa? Demi Allah karena mereka menyia-nyiakan tauhid, maka Allah tidak peduli mau di lembah mana mereka hancur. Mereka di kuasai oleh manusia-manusia yang paling rendah: Orang-orang Yahudi, Hindu dan Nashara. Orang-orang yahudi yang ditimpakan kepada mereka kerendahan dan kehinaan di manapun berada. Demi Allah mereka menghinakan kaum muslimin. Sekarang mereka menginjak-injak kepala kaum muslimin dengan kaki-kaki mereka. Orang-orang hindu lebih rendah dari mereka (Yahudi). Demi Allah mereka melecehkan kaum muslimin. Apa solusinya? Kembali kepada Tauhid. Bagaimana Allah akan menolong kalian, sedangkan berhala-berhala yang ada pada kalian lebih banyak daripada berhala-berhala yang ada pada orang-orang Nashrani dan Yahudi?! Bagaimana Allah akan menolong kalian, sedangkan mayoritas mereka menyakini bahwa para wali mengetahui perkara ghaib dan mengatur alam semesta?! Kalian tunduk bersimpuh kepada mahluk yang lemah, yang membutuhkan bantuan. Mereka adalah orang-orang yang tidak menguasai bagi diri-diri mereka madharat, manfaat, kematian, kehidupan dan kebangkitan. Demi Allah, mereka tidak menguasai bagi diri-diri mereka sedikitpun dari perkara itu.</p>
<p>Tatkala Allah berkata kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:</p>
<p>“Katakanlah aku tidak menguasai bagi diriku manfaat, tidak pula bahaya, kecuali apa yang Allah kehendaki.” (Al A’raf: 188)</p>
<p>Maka apa yang engkau inginkan setelah ini? Ucapan ini hak atau bathil? Yang tersirat pada orang-orang kubury (pengagung kuburan) ini mengatakan: “Tidak, ucapan ini tidak benar” –walaupun mereka tidak mendustakannya secara ucapan lisan-, akan tetapi kenyataannya mereka tidak menerima ucapan ini, tidak menerima, bahkan mengatakan: “Para wali bisa menolak madharat dan mendatangkan manfaat, Rasul bisa menolak madharat dan mendatangkan manfaat.” Ya akhi jadi engkau menentang Al Qur’an apabila aqidahmu demikian. Apabila engkau meyakini hal ini. Sedangkan Allah mengkafirkan perbuatan ini. Dia berfirman:</p>
<p>“Katakanlah: Sesungguhnya aku tidak menguasai bagi kalian madharat tidak pula petunjuk.” (Al Jin: 21)</p>
<p>Apa yang engkau inginkan? Tidak menguasai bagi dirinya, orang lain, putrinya, tidak pula yang lainnya. Beliau bersabda kepada mereka:</p>
<p>“Aku tidak bermanfaat sedikitpun bagi kalian dari (adzab) Allah.”</p>
<p>Beliau berkata:</p>
<p>“Hai Bani Abdi Manaf, hai sekalian orang-orang Quraisy, -atau kaliamt semisal ini- belilah diri-diri kalian. Aku tidak bermanfaat sedikitpun bagi kalian dari (adzab) Allah. Wahai Bani Abdi Manaf aku tidak bermanfaat sedikitpun bagi kalian dari (adzab) Allah. Wahai Abbas bin Abdul Mutholib, aku tidak bermanfaat sedikitpun bagi kalian dari (adzab) Allah. Wahai Shafiyah bibi Rasulullah, aku tidak bermanfaat sedikitpun bagi kalian dari (adzab) Allah. Wahai Fathimah bintu Rasulullah, mintalah harta kepadaku sekehendakmu, aku tidak bermanfaat sedikitpun bagi kalian dari (adzab) Allah.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari di dalam Tafsir bab Wa andzir ‘Asyirataka wal aqrabin No. 4771 dan Muslim di dalam Al Iman bab Wa andzir ‘Asyirataka wal Aqrabin No. 206 dan lain-lain)</p>
<p>Apa yang engkau inginkan setelah ini? Allah memerintahkan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam untuk mengatakan:</p>
<p>“Tidaklah aku ini melainkan hanya seorang pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira bagi kaum yang beriman.” (Al A’raf: 188)</p>
<p>Dan berfirman:</p>
<p>“Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang sangat jelas.” (Asy Syu’ara’: 115)</p>
<p>Inilah kepentinganku. Allah mewahyukan kepadaku dan aku menyampaikannya. Aku memberitakan kabar gembira dengan surga bagi oran-orang beriman dan memperingatkan orang-orang kafir dari neraka. Inilah yang aku miliki dan aku mampu. Adapun menolak madharat, mendatangkan manfaat, memberi kebahagiaan, mecelakakan, memberi petunjuk, dan menyesatkan maka seluruhnya hanya bagi Allah Rabb semesta alam.</p>
<p>“Jika aku mengetahui perkara ghaib, niscaya aku akan memperbanyak kebaikan.” (Al A’raf: 188)</p>
<p>“Kakanlah: Aku tidak mengatakan kalian di sisiku ada perbendaharaan Allah dan aku tidak mengetahui yang ghaib serta aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa aku seorang malaikat.” (Al An’am: 50)</p>
<p>Apa yang engkau inginkan setelah keterangan ini? Apa gunanya keterarangan ini bagi kaum muslimin di hari-hari ini? Datang para da’i kejelekan dan para da’i pembawa fitnah berupaya menyimpangkan tauhid dan dalil-dalilnya. Demi Allah berupaya menyipangkan. Menurut pandangan mereka, tauhid memecah belah ummat. Mereka nyatakan dengan lisan, baik tersirat maupun tersurat: “Apabila kita menyeru kepada Tauhid, siapa yang akan datang mendatangi kami? Kami ingin sampai ke kursi, apabila kami mengatakan: Tauhid, Tauhid, maka manusia lari dari kami, sehingga kami tidak sampai (ke kursi kekuasaan). Kami ingin mempersatukan manusia. Orang Rafidhah saudara kami, orang Nashrani saudara kami, Khurafy Kubury saudara kami, dan seluruhnya saudara kami, hingga kami cepat sampai ke kursi. Baiklah, mereka sampai, lalu apa yang mereka perbuat? Persatuan agama dan muktamar persatuan agama-agama dan selainnya. Ini cukup bagi kalian.</p>
<p>Bahwasanya tatkala jamaah-jamaah yang menyeru kepada kursi-kursi ini hendak menampakkan apa yang diharapkan oleh manusia, mereka tidak memberimu penerapan syariah, tidak pula akidah, namun justru membangun gereja-gereja, kuburan-kuburan, dan mendeklarasikan muktamar penyetuan agama. Para politikus itu berkumpul, tiap bangsa dan negeri ikut serta dalam muktamar persatuan agama-agama. Ini menunjukkan bahwa dakwah-dakwah ini rusak dan jelek dasarnya, misi dan visinya. Apabila mereka telah mnecapai yang diinginkan, maka berputarlah punggung-punggung mereka dari syiar-syiar Islam yang dulu mereka serukan.</p>
<p>Permisalan-permisalan ini bisa disaksikan dan dirasakan. Demi Allah, pemuda-pemuda tauhid di kalangan kita tidak mengingkari perkara-perkara ini, karena apa? Karena sudah dirubah akal dan pikiran mereka. Aku tidak mendengar pengingkaran mereka terhadap arogansi para politikus ini. Berulang kali permainan semacam ini terjadi di beberapa negeri. Namun engkau tidak mendengar pengingkaran dari para politikus yang masih ada sedikit kebenaran pada agama dan interaksi mereka terhadap seruan-seruan politik semacam ini walaupun menyeru kepada persatuan agama-agama, pembangunan gereja-gereja, dan kuburan-kuburan. Walaupun dan walaupun. Inilah pelajaran. Seorang yang jujur dan ikhlas dalam agamanya, apabila dia tertipu kemudian jelas baginya ternyata orang tersebut mengajak kepada kehancuran, dia akanmneghindarinya dan akan berjalan diatas jalan islam. Adapun kalau engkau terus mengikutinya, menutupi aib-aibnya, dan membela (kesalahan-kesalahannya), ini adalah kesalahan.</p>
<p>Dakwah-dakwah yang semacam ini, bukan dakwah para nabi –ia (dakwah para nabi) mengatakan: “Tauhid didahulukan.” Tapi dia mengatakan: “Politik terlebih dahulu. Ekonomi, tasawwuf dan khurafat terlebih dahulu.” Hal ini tidak ada nilainya. Dari dakwah-dakwah ini, kaum muslimin hanya mendapatkan kematian, kehancuran dan kesia-siaan. Kehidupan yang baik dan bahagia di dunia maupun di akherat terletak pada tauhid, di atas makna La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Jika demikian Allah akan menolong, memuliakan dan memberikan kewibawaan kepada kita masih juga melanjutkan jalan yang digariskan para penyeleweng, para kuburiyyun dan khurafiyun, maka demi Allah kita hanya menunggu dari Allah kerendahan dan kehinaan.</p>
<p>“Barangsiapa yang direndahkan oleh Allah, maka tidak ada yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.” (Al Hajj: 18)</p>
<p>Aku mencukupkan sampai disini, aku meminta kepada Allah tabaraka wa ta’ala untuk mempersiapkan para dai yang jujur dan ikhlas sehingga memuliakan dakwah para nabi dan menyeru kepadanya, mengorbankan jiwa dan raga, yang mahal maupun yang murah untuk meninggikan kalimat La ilaha illallah, dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kaum muslimin dengan adanya mereka, mengangkat keadaan kaum muslimin dan mengembalikannya ke jaman keemasannya, yang Allah memuliakan, mengangkat serta menjadikan mereka sebagai pimpinan-pimpinan ummat dan sebagai sebaik-baik ummat yang dikeluarkan bagi manusia, tidaklah mereka mendapatkan kecuali dengan memurnikan La ilaha illallah Muhammad Rasulullah, beramar ma’ruf nahi munkar dan beriman kepada Allah. Aku memohon kepada Allah agar menjadikan kami dan kalian termasuk mereka. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para shahabatnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ka2cupie.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ka2cupie.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=52&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/08/06/52/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wapres: Menggeser Hari Libur Adalah Langkah Tepat</title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/07/22/wapres-menggeser-hari-libur-adalah-langkah-tepat/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/07/22/wapres-menggeser-hari-libur-adalah-langkah-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 13:56:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menegaskan dalam kondisi krisis listrik seperti saat ini, sangat penting untuk membagi beban setrum setiap hari. Demikian diungkapkan Kalla pada acara Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan di Jakarta, Rabu (16/7) pagi Kalla meminta semua pihak melihat kebijakan pemerintah melalui surat keputusan bersama lima menteri tentang pengalihan jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=32&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2008/07/080716blistrik-wapres.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-33" src="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2008/07/080716blistrik-wapres.jpg?w=275&#038;h=200" alt="" width="275" height="200" /></a><strong>Jakarta</strong><strong>:</strong> Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menegaskan dalam kondisi krisis listrik seperti saat ini, sangat penting untuk membagi beban setrum setiap hari. Demikian diungkapkan Kalla pada acara Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan di Jakarta, Rabu (16/7) pagi<span id="more-32"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kalla meminta semua pihak melihat kebijakan pemerintah melalui surat keputusan bersama lima menteri tentang pengalihan jam kerja industri secara menyeluruh. Tanpa menyinggung kurangnya antisipasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) atas kemungkinan munculnya krisis listrik saat ini, Wapres justru berpendapat masalah kelistrikan tidak lepas dari kebijakan masa lampau</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah pemerintah meminta kalangan industri menggeser hari liburnya dinilai sebagai langkah tepat. Orang kedua RI ini juga menegaskan tanpa pemadaman bergilir dan pengalihan jam kerja industri, krisis listrik tidak akan selesai. Kalla mengklaim kebijakan pemerintah itu sudah disetujui kalangan industri. &#8220;Harus ada pengertian,&#8221; kata</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ka2cupie.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ka2cupie.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=32&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/07/22/wapres-menggeser-hari-libur-adalah-langkah-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2008/07/080716blistrik-wapres.jpg?w=275" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/07/12/cinta/</link>
		<comments>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/07/12/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 06:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ka2cupie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ka2cupie.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Cinta? Apa sih cinta itu? Cinta adalah kata yang indah,penuh keromantisan dan menjanjikan kebahagiaan bahkan terkadang sebaliknya yakni malah menjerumuskan ke jurang kenistaan yang amat dalam dan penuh penyesalan. Banyak orang berkata cinta itu adalah “anugrah”, yah itu memang tidak salah akan tetapi cinta itu bisa mulia atau sebaliknya hina tergantung dari jenisnya. Yakni cinta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=8&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2008/07/mawar11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-10" src="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2008/07/mawar11.jpg?w=213&#038;h=299" alt="" width="213" height="299" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Cinta? Apa sih cinta itu?</p>
<p class="MsoNormal">Cinta adalah kata yang indah,penuh keromantisan dan menjanjikan kebahagiaan bahkan terkadang sebaliknya yakni malah menjerumuskan ke jurang kenistaan yang amat dalam dan penuh penyesalan.</p>
<p class="MsoNormal">Banyak orang berkata cinta itu adalah “anugrah”, yah itu memang tidak salah akan tetapi cinta itu bisa mulia atau sebaliknya hina tergantung dari jenisnya.</p>
<p class="MsoNormal">Yakni cinta itu akan mulia jika cinta itu memang cinta yang sesungguhnya atau cinta yang hakiki yang berlandaskan syariat Allah swt,dan juga sebaliknya cinta itu dikatakan hina apabila berlandaskan kepada hawanafsu belaka.</p>
<p class="MsoNormal">Namun pada jaman sekarang ini sulit sekali ditemukan cinta yang hakiki akan tetapi malahan banyak cinta yang palsu yang hanya berlandaskan hawanafsu belaka, sebagai contohnya di jaman sekarang ini yaitu “pacaran” <span> </span>apakah pacaran dikatakan cinta? Dari pandangan islam itu bukanlah cinta akan tetapi suatu kajoliman/kejahatan terhadap pasangannya. <span style="text-decoration:underline;">Kenapa? </span><span> </span>Karena: apakah dikatakan cinta, bila seorang yang mencintai yang dicintainya justru malah mengajak ke jurang neraka dengan mengajaknya pacaran? Padahal sudah jelas kalau pacaran itu dilarang dalam islam karena perbuatan-perbauatannya itu jelas-jelas melanggar hukum Allah. Lalu apakah solusinya apabila seorang mencintai seseorang? Ya nikahilah iya, bukankah lebih baik bila kita menghalalkan yang haram sebelum kita terjatuh kedalam lembah kenistaan bukan malah mengajaknya pacaran atau yang semacamnya yang bisa menjerumuskan ke neraka jahannam. Lalu apakah cinta yang hakiki itu?</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-8"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ka2cupie.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ka2cupie.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ka2cupie.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ka2cupie.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ka2cupie.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ka2cupie.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ka2cupie.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ka2cupie.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ka2cupie.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ka2cupie.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ka2cupie.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ka2cupie.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ka2cupie.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ka2cupie.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ka2cupie.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ka2cupie.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ka2cupie.wordpress.com&amp;blog=4129692&amp;post=8&amp;subd=ka2cupie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ka2cupie.wordpress.com/2008/07/12/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c76728704dd727e77e6b0e860a41fdf6?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ka2cupie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ka2cupie.files.wordpress.com/2008/07/mawar11.jpg?w=213" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
